-->

Notification

×

Iklan

Iklan Display

Presiden Prabowo Dorong Kampus Jadi Penggerak Kemandirian Ekonomi Nasional

Minggu, 28 Juni 2026 | Juni 28, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-06-28T00:53:45Z
Presiden Prabowo mengajak perguruan tinggi menjadi motor penggerak kemandirian ekonomi nasional melalui riset dan inovasi.


Jakarta, MP----- Presiden Prabowo Subianto menegaskan peran strategis perguruan tinggi sebagai motor penggerak kemandirian ekonomi nasional melalui penguatan riset, inovasi, dan penguasaan teknologi. Penegasan tersebut disampaikan saat membuka Sarasehan Kebangsaan Konvensi Sains, Teknologi, dan Industri Indonesia (KSTI) 2026 di Jakarta International Convention Center (JICC), Jakarta, Jumat (26/6/2026).


Di hadapan ratusan guru besar, akademisi, peneliti, pimpinan perguruan tinggi, serta pelaku industri dari berbagai daerah, Presiden menekankan bahwa kemajuan sebuah bangsa tidak dapat dilepaskan dari kemampuan mengembangkan ilmu pengetahuan dan teknologi. Menurutnya, perguruan tinggi harus menjadi pusat lahirnya inovasi yang mampu menjawab tantangan pembangunan sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.


Dalam pidatonya, Presiden mengapresiasi penyelenggaraan Sarasehan Kebangsaan KSTI sebagai ruang kolaborasi antara dunia akademik, industri, dan pemerintah. Ia menilai sinergi tersebut menjadi fondasi penting untuk mempercepat transformasi Indonesia menuju negara maju yang memiliki daya saing global.


Presiden Prabowo juga mengingatkan bahwa perjalanan sejarah peradaban manusia selalu ditentukan oleh kemajuan ilmu pengetahuan. Mulai dari revolusi pertanian yang mengubah pola hidup masyarakat hingga perkembangan teknologi modern, seluruh lompatan peradaban lahir dari kemampuan manusia menciptakan inovasi.


Atas dasar keyakinan tersebut, Presiden mengungkapkan bahwa pemerintah memberikan ruang yang luas bagi kalangan akademisi, profesor, dan ilmuwan untuk terlibat dalam proses perumusan kebijakan strategis nasional. Menurutnya, kehadiran para pakar di berbagai sektor pemerintahan akan memperkuat kualitas pengambilan keputusan yang berbasis data, riset, dan kebutuhan masyarakat.


"Kemajuan bangsa hanya dapat diwujudkan apabila ilmu pengetahuan menjadi fondasi dalam setiap kebijakan pembangunan. Karena itu, pemerintah membutuhkan kontribusi nyata dari perguruan tinggi untuk menghadirkan solusi atas berbagai persoalan nasional," tegas Presiden.


Menutup arahannya, Presiden berharap Sarasehan Kebangsaan KSTI 2026 tidak sekadar menjadi forum diskusi ilmiah, tetapi mampu melahirkan rekomendasi strategis yang dapat diimplementasikan dalam pembangunan nasional. Ia optimistis kolaborasi antara pemerintah, perguruan tinggi, lembaga riset, dan dunia industri akan mempercepat terwujudnya Indonesia yang mandiri, berdaya saing, serta berbasis inovasi dan teknologi.


Forum KSTI 2026 pun diharapkan menjadi momentum memperkuat ekosistem riset nasional sekaligus mendorong perguruan tinggi agar semakin berperan sebagai pusat pengembangan sumber daya manusia unggul, pencipta teknologi, dan penggerak pertumbuhan ekonomi Indonesia di masa depan.

(JK/MP)

×
Berita Terbaru Update