Padang, MP----- Pemerintah Kota Padang resmi menerapkan Kurikulum Madrasah Diniyah Takmiliyah Wustha (MDTW) dan Ta'limul Qur'an lil Aulad (TQA) berbasis 3T (Tahsin, Tafsir, dan Tahfizh) sebagai langkah strategis memperkuat pendidikan karakter berbasis Al-Qur'an bagi pelajar Muslim tingkat SMP/MTs.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kabag Kesra) Sekretariat Daerah Kota Padang, Zul Asfi Lubis, M.Ag., menjelaskan kepada wartawan di ruang kerjanya di Balai Kota Padang, Jumat (24/7/2026), bahwa kurikulum tersebut menjadi pedoman resmi bagi seluruh penyelenggara MDTW dan TQA di Kota Padang guna mewujudkan sistem pembelajaran Al-Qur'an yang terarah, seragam, dan berkesinambungan.
Menurutnya, program ini merupakan bagian dari implementasi visi "Padang Juara Smart Surau" yang menempatkan masjid dan musala sebagai pusat pembinaan karakter generasi muda melalui pendidikan Al-Qur'an yang berkualitas.
"Melalui kurikulum berbasis 3T, peserta didik tidak hanya diajarkan membaca Al-Qur'an sesuai kaidah tajwid, tetapi juga memahami kandungan ayat melalui tafsir dan memperkuat hafalan secara bertahap sehingga nilai-nilai Al-Qur'an dapat diamalkan dalam kehidupan sehari-hari," ujar Zul Asfi.
Ia menjelaskan, MDTW/TQA menjadi program wajib bagi seluruh peserta didik SMP/MTs beragama Islam di Kota Padang sebagai upaya memperkuat pendidikan karakter yang berlandaskan agama dan budaya.
Kurikulum tersebut disusun dengan empat tujuan utama, yakni menjadi acuan pembelajaran yang sistematis bagi seluruh penyelenggara MDTW/TQA, menyeragamkan pelaksanaan pembelajaran berbasis 3T di seluruh Kota Padang, meningkatkan kemampuan membaca, memahami, dan menghafal Al-Qur'an sesuai kaidah tajwid, serta membentuk karakter Qurani yang religius, berakhlak mulia, dan mencintai Al-Qur'an.
Dalam pelaksanaannya, Pemerintah Kota Padang melakukan pendataan masjid dan musala penyelenggara, pemetaan lembaga MDTA dan TPQ yang dikembangkan menjadi MDTW dan TQA, serta mendorong masjid atau musala yang belum memiliki lembaga pendidikan Al-Qur'an untuk membuka TQA dengan jumlah minimal 15 santri.
Zul Asfi menerangkan, konsep pembelajaran disusun secara terpadu melalui tiga tahapan yang saling berkaitan dalam setiap pekan. Tahsin difokuskan pada ketepatan membaca Al-Qur'an sesuai ilmu tajwid, Tafsir membahas arti, makna, dan kandungan ayat berdasarkan kitab-kitab tafsir yang mu'tabar, sedangkan Tahfizh diarahkan pada penguatan hafalan dengan tetap menjaga kefasihan dan ketepatan bacaan.
Program pembelajaran berlangsung selama 20 pekan efektif pada Semester Ganjil Tahun Pelajaran 2026/2027 dengan tiga kali pertemuan setiap pekan, masing-masing berdurasi sekitar 60 menit setelah salat Magrib hingga menjelang Isya. Jadwal pembelajaran ditetapkan setiap Kamis untuk Tahsin, Jumat untuk Tafsir, dan Sabtu untuk Tahfizh.
Materi pokok pembelajaran disusun berdasarkan urutan surah dalam Juz Amma, dimulai dari Surah Al-Fatihah, kemudian Surah An-Nas hingga Surah At-Tin. Setiap materi dipelajari selama satu pekan melalui tiga kali pertemuan sesuai fokus pembelajaran masing-masing.
Selain target hafalan wajib, peserta didik yang telah menuntaskan hafalan pada setiap pekan akan memperoleh hafalan tambahan dari Surah Al-Baqarah secara bertahap sebagai penguatan kompetensi. Sementara itu, guru diwajibkan mengikuti urutan materi yang telah ditetapkan dalam petunjuk teknis dan tidak diperkenankan mengubahnya, kecuali atas kebijakan Pemerintah Kota Padang atau dalam kondisi tertentu.
Menurut Zul Asfi, penerapan kurikulum Semester Ganjil Tahun Pelajaran 2026/2027 merupakan tahap awal implementasi pembelajaran Al-Qur'an berbasis 3T di Kota Padang. Seluruh pelaksanaannya akan dievaluasi secara menyeluruh sebagai bahan penyempurnaan kurikulum dalam tiga tahun mendatang agar kualitas pembelajaran terus meningkat.
Ia menegaskan, keberhasilan program tersebut memerlukan dukungan seluruh pemangku kepentingan, mulai dari Pemerintah Kota Padang, Kantor Kementerian Agama Kota Padang, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, para pengelola serta guru MDTW/TQA, hingga orang tua dan masyarakat.
"Kolaborasi seluruh pihak menjadi kunci keberhasilan program ini. Harapan kami, pendidikan Al-Qur'an di Kota Padang semakin berkualitas dan mampu melahirkan generasi yang beriman, berilmu, berakhlak mulia, berkarakter, serta memiliki daya saing di masa depan," tutup Zul Asfi.
Melalui implementasi Kurikulum MDTW/TQA berbasis 3T ini, Pemerintah Kota Padang optimistis program Padang Juara Smart Surau akan menjadi fondasi kuat dalam membangun generasi Qurani yang tidak hanya unggul dalam kemampuan membaca, memahami, dan menghafal Al-Qur'an, tetapi juga mampu mengamalkan nilai-nilai Islam dalam kehidupan bermasyarakat.
(Pd/MP)
