-->

Notification

×

Iklan

Iklan Display

Sekolah Rakyat Jadi Senjata Putus Rantai Kemiskinan

Sabtu, 01 Agustus 2026 | Agustus 01, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-08-01T01:04:16Z
Gubernur Sumbar Mahyeldi Ansharullah bersama Bupati Dharmasraya Annisa Suci Ramadhani didampingi PPK Ivan P. Setiadi meninjau fasilitas Sekolah Rakyat Terintegrasi 3 Dharmasraya.


Dharmasraya, MP----- Pemerintah terus memperkuat pembangunan sumber daya manusia melalui program Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) sebagai instrumen strategis memutus rantai kemiskinan antargenerasi. Di Sumatera Barat, langkah tersebut ditandai dengan dimulainya Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Tahun Ajaran 2026/2027 di Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) 3 Dharmasraya, Nagari Sungai Kambut, Kecamatan Pulau Punjung, Jumat (31/7/2026).


Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi Ansharullah menegaskan bahwa pendidikan merupakan investasi paling penting dalam membangun masa depan bangsa sekaligus jalan efektif mengangkat anak-anak dari keluarga miskin menuju kehidupan yang lebih sejahtera. Menurutnya, kehadiran Sekolah Rakyat menjadi bukti nyata komitmen negara menghadirkan akses pendidikan berkualitas secara gratis bagi masyarakat yang selama ini memiliki keterbatasan ekonomi.


"Pendidikan adalah pilar utama pembentukan karakter, kecerdasan, dan masa depan bangsa. Tidak ada strategi pembangunan sosial yang lebih berkelanjutan selain mencerdaskan masyarakat. Pendidikan merupakan alat paling ampuh memutus rantai kemiskinan antargenerasi," tegas Mahyeldi.


Ia menekankan bahwa pelaksanaan MPLS tidak boleh dimaknai sebagai kegiatan seremonial semata, melainkan momentum awal membangun karakter, disiplin, kepercayaan diri, serta semangat belajar peserta didik. Karena itu, seluruh satuan pendidikan diminta memastikan MPLS berlangsung edukatif, kreatif, menyenangkan, serta bebas dari praktik perpeloncoan, intimidasi maupun segala bentuk kekerasan.


"Sekolah harus menjadi rumah kedua yang aman, nyaman, dan ramah anak. Tidak boleh ada tindakan yang merendahkan martabat peserta didik," ujarnya.


Mahyeldi juga mengajak seluruh siswa memanfaatkan kesempatan belajar yang diberikan negara dengan sungguh-sungguh serta berani memiliki cita-cita besar sebagai bekal menyongsong Indonesia Emas 2045.


Sementara itu, Kepala Balai Besar Pendidikan dan Pelatihan Kesejahteraan Sosial (BBPPKS) Wildan Humaidi menjelaskan, Sekolah Rakyat tidak hanya memberikan pendidikan tanpa biaya, tetapi juga memenuhi seluruh kebutuhan dasar peserta didik melalui sistem pendidikan berasrama.


Para siswa memperoleh fasilitas makan bergizi, tempat tinggal di asrama, laptop sebagai sarana belajar, serta pembelajaran berbasis Learning Management System (LMS) yang mendukung penguasaan teknologi digital sejak dini.


Wildan mengungkapkan, SRT 3 Dharmasraya menjadi Sekolah Rakyat permanen pertama di Sumatera Barat, sekaligus bagian dari target pemerintah pusat membangun 100 Sekolah Rakyat permanen setiap tahun hingga mencapai 500 sekolah pada 2029.


Di kesempatan yang sama, Bupati Dharmasraya Annisa Suci Ramadhani menyebut program Sekolah Rakyat merupakan wujud nyata kehadiran negara dalam memberikan kesempatan pendidikan yang setara bagi anak-anak dari keluarga miskin dan miskin ekstrem.


Pada tahun ajaran 2026/2027, sekolah tersebut menampung 390 siswa, terdiri atas 268 siswa asal Dharmasraya, 60 siswa dari Kabupaten Solok, 60 siswa dari Kota Padang, serta masing-masing satu siswa dari Kabupaten Padang Pariaman dan Kota Bukittinggi.


Annisa juga mengisahkan seorang anak bernama Rehan yang baru memperoleh kesempatan mengenyam pendidikan pada usia 10 tahun setelah diterima di Sekolah Rakyat. Kisah tersebut, menurutnya, menjadi bukti bahwa program ini mampu mengembalikan harapan anak-anak yang sebelumnya kehilangan akses pendidikan.


"Sekolah Rakyat memberi kesempatan yang sama bagi setiap anak untuk bermimpi menjadi orang sukses, memutus rantai kemiskinan, bahkan menjadi pemimpin bangsa di masa depan," ujar Annisa.


Usai membuka MPLS secara resmi, Gubernur Mahyeldi meninjau ruang belajar dan fasilitas asrama. Pemerintah berharap Sekolah Rakyat Terintegrasi 3 Dharmasraya menjadi model pendidikan inklusif yang melahirkan generasi Sumatera Barat yang cerdas, berkarakter, mandiri, menguasai teknologi, dan memiliki daya saing tinggi sebagai bagian dari upaya mewujudkan Indonesia Emas 2045.

×
Berita Terbaru Update