![]() |
| Bupati Tanah Datar Eka Putra dan Bupati Padang Pariaman Jhon Kenedy Aziz menandatangani Kesepakatan Bersama antardaerah. |
Batusangkar, MP----- Dua kabupaten di Sumatera Barat, Tanah Datar dan Padang Pariaman, memperkuat sinergi pembangunan melalui kerja sama antardaerah. Kesepakatan ini diarahkan untuk membuka peluang ekonomi baru, memperkuat sektor pertanian dan perikanan, sekaligus mendorong pengembangan kerajinan serta UMKM.
Komitmen tersebut ditandai dengan penandatanganan Kesepakatan Bersama antara Bupati Tanah Datar Eka Putra dan Bupati Padang Pariaman Jhon Kenedy Aziz di Indojolito Batusangkar, Jumat (28/8/2026).
Kerja sama tersebut menjadi langkah strategis untuk menghubungkan keunggulan masing-masing daerah. Tanah Datar yang dikenal sebagai salah satu sentra pertanian memiliki potensi hasil produksi yang dapat dikembangkan lebih luas, sementara Padang Pariaman memiliki kekuatan pada komoditas kelapa dan hasil perikanan laut.
Bupati Tanah Datar Eka Putra mengatakan, kolaborasi antardaerah penting dilakukan agar potensi yang dimiliki masing-masing wilayah tidak berjalan sendiri-sendiri, tetapi dapat saling mendukung dan memberikan manfaat langsung kepada masyarakat.
“Tanah Datar sebagai daerah pertanian menghasilkan hasil tani yang berlimpah. Saat ini kita juga sudah memiliki pabrik saus tomat. Namun kita membutuhkan pasokan kelapa dan ikan laut,” ujar Eka Putra.
Menurutnya, kebutuhan tersebut sekaligus membuka peluang kerja sama ekonomi dengan Padang Pariaman. Rantai pasok antardaerah diharapkan dapat memberikan kepastian pasar sekaligus meningkatkan nilai tambah bagi produk masyarakat.
Gayung bersambut. Bupati Padang Pariaman Jhon Kenedy Aziz menyatakan kesiapan daerahnya untuk mendukung kebutuhan tersebut, khususnya melalui komoditas kelapa dan hasil perikanan laut.
“Kelapa Padang Pariaman kualitasnya sangat baik, dan kita siap memasok ke Tanah Datar, termasuk juga hasil ikan laut,” katanya.
Kerja sama ini selanjutnya akan ditindaklanjuti oleh organisasi perangkat daerah (OPD) terkait di kedua kabupaten. Dengan demikian, kesepakatan yang telah dibangun tidak berhenti pada seremoni, tetapi diarahkan menjadi program konkret yang menyentuh sektor produksi, perdagangan dan pemberdayaan ekonomi masyarakat.
Perajin Kriya Didorong Naik Kelas
Selain sektor pertanian dan perikanan, penguatan ekonomi kreatif juga menjadi bagian penting dari kerja sama kedua daerah.
Pada kesempatan yang sama, Dekranasda Kabupaten Tanah Datar dan Dekranasda Kabupaten Padang Pariaman menandatangani Perjanjian Kerja Sama tentang pemberdayaan pengrajin kriya melalui peningkatan kompetensi, inovasi desain dan perluasan akses pasar bersama.
Kerja sama ini dinilai memiliki prospek besar mengingat kedua daerah sama-sama memiliki kekayaan budaya dan produk kerajinan yang dapat dikembangkan menjadi komoditas unggulan.
Tanah Datar memiliki sentra tenun dan songket yang telah dikenal luas, termasuk Pandai Sikek dan Lintau. Potensi tersebut diharapkan dapat menjadi sumber pembelajaran bagi pengembangan kapasitas para perajin di Padang Pariaman.
Ketua Dekranasda Padang Pariaman Ny. Nita Jhon Kenedy Aziz menyampaikan keinginan untuk mengembangkan kemampuan para pengrajin di daerahnya melalui pelatihan dan pendampingan.
“Kami di Padang Pariaman juga ingin melaksanakan hal yang sama. Tentu hal ini bisa kita kerjasamakan, seperti memberikan pelatihan dan bimbingan kepada masyarakat,” ujarnya.
Ketua Dekranasda Tanah Datar Ny. Lise Eka Putra menyambut positif rencana tersebut. Ia menegaskan, pelatihan harus dilakukan secara berkelanjutan agar peserta tidak hanya memperoleh keterampilan, tetapi juga mampu mengembangkan usaha secara mandiri.
“Kami siap bekerja sama dan memberikan pelatihan. Yang menjadi perhatian utama bagi peserta nantinya adalah kemauan untuk belajar dan harus terus dibimbing secara bertahap dan bertingkat sampai mereka mahir,” katanya.
Menurut Lise, proses pendampingan yang konsisten menjadi kunci agar keterampilan yang diperoleh dapat berkembang menjadi usaha produktif. Dengan begitu, para perajin tidak hanya mampu menghasilkan produk, tetapi juga memiliki peluang untuk berdikari dan membuka usaha sendiri.
Kedua Dekranasda sepakat segera menindaklanjuti perjanjian kerja sama tersebut bersama OPD terkait. Kolaborasi diharapkan mencakup peningkatan kualitas sumber daya manusia, pengembangan desain produk hingga perluasan akses pasar.
Kerja sama Tanah Datar dan Padang Pariaman tersebut menjadi gambaran bahwa pembangunan daerah tidak selalu harus dilakukan secara sendiri-sendiri. Dengan mempertemukan keunggulan masing-masing wilayah, potensi pertanian, perikanan, kerajinan dan UMKM dapat dirangkai menjadi kekuatan ekonomi bersama yang lebih besar.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Sekretaris Daerah Tanah Datar Abdurahman Hadi, Asisten Pemerintahan dan Kesra Jasrinaldi, Asisten Administrasi Umum Sri Mulyani, Wakil Ketua Dekranasda sekaligus Ketua GOW Tanah Datar Ny. Nanda Ahmad Fadly, Ketua Dharma Wanita Persatuan serta sejumlah kepala OPD terkait.
(Bt/MP)
