-->

Notification

×

Iklan

Iklan Display

Andre Rosiade Pastikan Jembatan Kalawi-Limau Manis Dibangun Kembali, Anggaran Rp25,5 Miliar Disiapkan

Sabtu, 19 September 2026 | September 19, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-09-20T00:13:32Z
Andre Rosiade dan Elsa Putra Friandi melihat langsung kerusakan jembatan akibat bencana hidrometeorologi akhir 2025.


Padang, MP----- Harapan masyarakat Kecamatan Pauh, Kota Padang, untuk kembali menikmati akses transportasi yang aman melalui Jembatan Kalawi-Limau Manis mulai menemukan titik terang. Pemerintah pusat memastikan pembangunan kembali jembatan yang rusak akibat bencana hidrometeorologi pada akhir 2025 itu telah masuk dalam program rehabilitasi dan rekonstruksi (rehab-rekon), dengan alokasi anggaran sebesar Rp25,5 miliar.


Kepastian tersebut disampaikan H. Andre Rosiade, Wakil Ketua Komisi VI DPR RI dari Fraksi Partai Gerindra, saat meninjau langsung kondisi jembatan bersama Kepala Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Sumatera Barat, Elsa Putra Friandi, ST, M.Sc., Kamis (17/9/2026).


Dalam kunjungan lapangan tersebut, Andre melihat secara langsung kondisi infrastruktur yang menjadi salah satu akses penting bagi aktivitas masyarakat setempat. Kerusakan jembatan akibat bencana hidrometeorologi pada penghujung 2025 telah menjadi perhatian, mengingat keberadaan infrastruktur penghubung sangat dibutuhkan untuk menunjang mobilitas warga.


Andre Rosiade menegaskan, pembangunan kembali Jembatan Kalawi-Limau Manis telah dipastikan melalui program rehab-rekon pemerintah pusat. Jembatan tersebut direncanakan menggunakan konstruksi rangka baja dengan panjang sekitar 70 hingga 80 meter.


“Alhamdulillah, melalui program rehab-rekon pemerintah pusat, pembangunan kembali jembatan ini sudah dipastikan dengan anggaran Rp25,5 miliar. Insyaallah proses lelang dimulai Januari 2027 dan pekerjaan ditargetkan mulai akhir Februari 2027,” ujar Andre.


Menurutnya, pembangunan kembali jembatan tersebut merupakan bagian dari upaya memulihkan infrastruktur yang terdampak bencana sekaligus menjawab kebutuhan masyarakat terhadap akses transportasi yang lebih aman dan memadai.


Ia juga menyampaikan bahwa komitmen Presiden Prabowo Subianto dalam penanganan infrastruktur pascabencana diwujudkan melalui upaya mendengarkan aspirasi masyarakat dan memastikan fasilitas publik yang mengalami kerusakan dapat kembali dibangun.


“Ini merupakan komitmen Presiden Prabowo Subianto untuk mendengarkan aspirasi masyarakat dan memastikan infrastruktur yang terdampak bencana kembali dibangun, sehingga akses masyarakat bisa pulih dan lebih aman,” ungkapnya.


Konstruksi Rangka Baja, Pembangunan Ditargetkan Mulai Februari 2027


Kepala BPJN Sumatera Barat, Elsa Putra Friandi, ST, M.Si., turut mendampingi peninjauan lapangan guna melihat kondisi jembatan serta rencana penanganan infrastruktur tersebut.


Pembangunan dengan konstruksi rangka baja sepanjang sekitar 70–80 meter diharapkan dapat menjadi solusi untuk memulihkan konektivitas masyarakat di kawasan Kalawi-Limau Manis.


Sesuai rencana yang disampaikan dalam kunjungan tersebut, tahapan pengadaan atau lelang ditargetkan dimulai pada Januari 2027, sementara pelaksanaan pekerjaan fisik direncanakan mulai akhir Februari 2027.


Kepastian rencana pembangunan ini menjadi bagian penting dalam tahapan pemulihan pascabencana. Selain mengembalikan fungsi jembatan, pembangunan kembali juga diharapkan dapat mendukung kelancaran mobilitas warga dan aktivitas perekonomian masyarakat sekitar.


Warga Sambut Positif Kepastian Pembangunan


Di sela-sela kunjungan lapangan tersebut, sejumlah warga setempat yang ditemui wartawan menyambut positif rencana pembangunan kembali Jembatan Kalawi-Limau Manis.


Warga menilai kepastian anggaran dan rencana waktu pelaksanaan menjadi kabar yang menggembirakan, terutama bagi masyarakat yang membutuhkan akses penghubung untuk menjalankan aktivitas sehari-hari.


“Kami sangat bersyukur dan berterima kasih atas perhatian pemerintah. Mudah-mudahan pembangunan jembatan ini benar-benar segera terlaksana, karena akses yang aman sangat dibutuhkan masyarakat,” ujar Fandi ditemui saat melintas di lokasi.


Warga lainnya berharap proses pembangunan nantinya berjalan sesuai jadwal dan menghasilkan jembatan yang kokoh serta dapat dimanfaatkan masyarakat dalam jangka panjang.


“Kami berharap pembangunan ini berjalan lancar dan hasilnya berkualitas. Semoga setelah jembatan selesai, aktivitas masyarakat menjadi lebih mudah dan tidak lagi terkendala seperti sebelumnya,” ungkap Dondi.


Apresiasi juga disampaikan warga terhadap kunjungan langsung Andre Rosiade bersama Kepala BPJN Sumbar. Menurut mereka, peninjauan lapangan menjadi kesempatan untuk melihat secara langsung kondisi infrastruktur yang terdampak bencana sekaligus menyampaikan harapan masyarakat.


“Terima kasih kepada Pak Andre Rosiade dan BPJN Sumbar yang sudah datang melihat langsung kondisi jembatan kami. Semoga apa yang direncanakan bisa segera diwujudkan,” tutur Syaiful.


Menanti Realisasi Pembangunan


Rencana pembangunan kembali Jembatan Kalawi-Limau Manis dengan anggaran Rp25,5 miliar menjadi salah satu langkah pemulihan infrastruktur pascabencana di Kota Padang.


Dengan konstruksi rangka baja sepanjang sekitar 70–80 meter, jembatan ini diharapkan kembali menjadi penghubung yang mendukung mobilitas masyarakat serta memperlancar kegiatan sosial dan ekonomi di kawasan Kecamatan Pauh.


Masyarakat kini menantikan tahapan lelang yang direncanakan berlangsung pada Januari 2027, dilanjutkan dengan dimulainya pekerjaan fisik pada akhir Februari 2027.


Kunjungan lapangan pada Kamis (17/9/2026) tersebut sekaligus menjadi momentum untuk menegaskan pentingnya koordinasi antara pemerintah pusat, BPJN Sumbar, dan seluruh pihak terkait agar rencana pemulihan infrastruktur dapat berjalan sesuai tahapan, dengan tetap memperhatikan kualitas konstruksi dan keselamatan masyarakat.


Bagi warga Kalawi-Limau Manis, pembangunan kembali jembatan bukan sekadar menghadirkan infrastruktur baru, melainkan juga menjadi harapan untuk memulihkan akses, memperkuat konektivitas, dan mendukung kembali aktivitas kehidupan masyarakat setelah bencana hidrometeorologi akhir 2025.

(tim-AR/MP)

×
Berita Terbaru Update