-->

Notification

×

Iklan

Iklan Display

Tinjau Karhutla Kertapati, Menko Polkam Minta Kekuatan Pemadaman Difokuskan di Wilayah Rawan

Sabtu, 19 September 2026 | September 19, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-09-19T01:47:48Z
Gubernur Sumsel Herman Deru mendampingi Menko Polkam Djamari Chaniago meninjau Posko Satgas Karhutla Kertapati.


Palembang, MP----- Penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Sumatera Selatan membutuhkan strategi yang terukur, terfokus, dan tepat sasaran. Pengerahan personel serta peralatan diminta diprioritaskan pada wilayah dengan potensi dan tingkat kerawanan kebakaran tinggi.


Penegasan tersebut disampaikan Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Menko Polkam) RI, Jenderal TNI (Purn) Djamari Chaniago, saat meninjau Posko Satgas Karhutla Kecamatan Kertapati, di Kantor Camat Kertapati, Palembang, Jumat (18/9/2026) pagi.


Dalam kunjungan itu, Djamari didampingi Gubernur Sumatera Selatan Dr. H. Herman Deru, Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Suharyanto, serta Menteri Kehutanan RI Raja Juli Antoni.


Usai meninjau posko, rombongan melanjutkan peninjauan ke lokasi kebakaran di Jalan Trajumas, Kelurahan Karya Jaya, Kecamatan Kertapati, untuk melihat langsung kondisi penanganan karhutla di lapangan.


Dalam arahannya, Djamari menekankan bahwa kekuatan personel dan peralatan tidak perlu disebar secara merata ke seluruh wilayah. Sebaliknya, pengerahan sumber daya harus disesuaikan dengan tingkat risiko dan kebutuhan penanganan di masing-masing titik.


Menurutnya, strategi pemadaman harus mengutamakan konsentrasi kekuatan pada lokasi yang memiliki potensi kebakaran tinggi, sehingga upaya penanggulangan dapat berjalan lebih efektif dan mempercepat proses pemadaman.


Ia juga mendorong perubahan pola pikir dalam menghadapi karhutla. Penanganan kebakaran, menurutnya, tidak cukup dilakukan dengan sekadar membagi kekuatan, tetapi membutuhkan pendekatan strategis layaknya menghadapi pertempuran.


Dengan strategi tersebut, setiap personel dan peralatan yang tersedia dapat dimanfaatkan secara optimal untuk mendukung penanganan di wilayah prioritas.


Peninjauan ini menjadi bagian dari upaya melihat langsung kondisi posko dan lokasi kebakaran, sekaligus menegaskan pentingnya pengerahan kekuatan secara terarah dalam menghadapi ancaman karhutla di Sumatera Selatan.


Melalui koordinasi antara pemerintah pusat dan daerah serta strategi penanganan yang tepat, upaya pemadaman diharapkan semakin efektif, terutama pada kawasan yang memiliki tingkat kerawanan kebakaran tinggi.

(Pl/MP-red)

×
Berita Terbaru Update