![]() |
| Saan Mustopa berdialog di lokasi pembangunan terkait percepatan penyelesaian infrastruktur pengendali banjir. |
Karawang, MP----- Upaya mengatasi banjir yang berulang di Desa Karangligar, Kabupaten Karawang, Jawa Barat, mulai memasuki tahap penting. Pembangunan infrastruktur pengendali banjir berupa bendungan dan sistem pompa air kini telah mencapai progres fisik sekitar 80 persen.
![]() |
| Wakil Ketua DPR RI Saan Mustopa saat melihat progres pembangunan bendungan dan pompa pengendali banjir Karangligar. |
Percepatan pembangunan menjadi perhatian serius karena banjir yang berulang tidak hanya mengganggu aktivitas masyarakat, tetapi juga berpotensi mengancam permukiman, fasilitas umum, aktivitas ekonomi, serta ruang produksi masyarakat.
Komitmen pengawalan pembangunan infrastruktur tersebut kembali ditegaskan Wakil Ketua DPR RI Saan Mustopa saat melakukan Kunjungan Kerja Spesifik ke Desa Karangligar, Jumat (18/9/2026).
Saan meninjau langsung perkembangan pembangunan sekaligus memastikan infrastruktur pengendali banjir tersebut dapat segera dimanfaatkan masyarakat. Proyek yang pengawalannya telah dimulai sejak 2025 itu terus didorong agar penyelesaiannya tidak berlarut-larut.
Menurut Saan, dengan progres pekerjaan yang telah mencapai sekitar 80 persen, target berikutnya adalah memastikan infrastruktur tersebut dapat mulai berfungsi pada akhir tahun 2026, terutama untuk menghadapi ancaman banjir saat musim hujan.
"Di akhir tahun ini, akhir Oktober atau November, ini sudah bisa fungsional. Jadi ketika ada banjir, ini sudah bisa berfungsi dengan baik," kata Saan.
Keberadaan bendungan dan pompa air tersebut diharapkan menjadi bagian penting dari sistem pengendalian banjir di kawasan Karangligar. Infrastruktur ini juga diharapkan mampu mempercepat penanganan genangan sehingga dampak banjir terhadap kehidupan warga dapat ditekan.
Bagi masyarakat yang selama ini menghadapi banjir berulang, kepastian penyelesaian pembangunan menjadi hal yang dinantikan. Infrastruktur pengendali banjir bukan sekadar proyek fisik, tetapi berkaitan langsung dengan perlindungan ruang hidup, keberlangsungan aktivitas ekonomi, dan ketahanan pangan masyarakat.
Karena itu, penyelesaian proyek secara tepat waktu sekaligus memastikan kesiapan operasional menjadi bagian penting yang perlu mendapat pengawasan. Setelah konstruksi selesai, efektivitas sistem dalam menghadapi debit air dan kondisi cuaca ekstrem juga akan menjadi tantangan berikutnya.
Dengan progres yang telah mencapai 80 persen, pemerintah dan pemangku kepentingan terkait kini dituntut menjaga ritme pekerjaan hingga target fungsional pada akhir Oktober atau November 2026 dapat direalisasikan.
Langkah tersebut menjadi penting agar ketika intensitas hujan meningkat, masyarakat Karangligar tidak kembali menghadapi persoalan banjir dengan dampak yang sama seperti sebelumnya.
(Red/Pr)

