![]() |
| Andre Rosiade menyampaikan kabar dukungan anggaran Rp49,9 miliar untuk kelanjutan Jalan Lingkar Utara Kota Solok. |
Solok, MP----- Kabar baik datang bagi masyarakat Kota Solok. Pemerintah Pusat melalui Instruksi Presiden (Inpres) Jalan Daerah mengalokasikan anggaran Rp49,9 miliar untuk melanjutkan pembangunan Jalan Lingkar Utara Kota Solok dengan tahap awal sepanjang sekitar 2,5 kilometer.
![]() |
| Jalan Lingkar Utara Kota Solok ditargetkan kembali dikerjakan mulai November 2026. |
Wakil Ketua Komisi VI DPR RI Fraksi Partai Gerindra, H. Andre Rosiade, SE, mengatakan dukungan anggaran tersebut merupakan bentuk perhatian pemerintah pusat terhadap kebutuhan infrastruktur daerah.
“Alhamdulillah, kabar gembira untuk masyarakat Kota Solok. Pemerintah Pusat melalui Presiden Prabowo mengalokasikan anggaran Rp49,9 miliar untuk melanjutkan pembangunan Jalan Lingkar Utara Kota Solok,” ujar Andre.
Ia menyebutkan, proses tender ditargetkan berlangsung pada Oktober 2026, sedangkan pekerjaan fisik diharapkan sudah dimulai paling lambat November 2026.
Menurut Andre, pembangunan infrastruktur tersebut diharapkan memperkuat konektivitas sekaligus memberikan dampak terhadap pertumbuhan ekonomi masyarakat.
Wali Kota Solok Dr. H. Ramadhani Kirana Putra, S.E., M.M., menyambut positif dukungan pemerintah pusat tersebut. Ia menilai Jalan Lingkar Utara memiliki posisi strategis bagi pengembangan wilayah dan peningkatan akses masyarakat.
“Pemerintah Kota Solok tentu menyambut baik dan mengapresiasi dukungan pemerintah pusat. Kami berharap pembangunan ini berjalan lancar, tepat waktu dan memberikan manfaat luas bagi masyarakat,” kata Ramadhani.
Sementara itu, Kepala BPJN Sumatera Barat Elsa Putra Friandi, S.T., M.Sc., M.Eng., menyampaikan bahwa pelaksanaan program akan dilakukan melalui tahapan sesuai ketentuan pengadaan dan kesiapan teknis.
“Targetnya proses tender dapat berjalan pada Oktober dan pekerjaan fisik mulai paling lambat November 2026,” ujar Elsa.
Di lapangan, rencana kelanjutan pembangunan tersebut mendapat respons positif masyarakat. Warga berharap proyek tidak berhenti pada proses perencanaan, tetapi benar-benar terealisasi sesuai target.
“Kalau jalan ini dilanjutkan tentu kami sangat bersyukur. Akses masyarakat akan lebih mudah dan kawasan di sekitar jalan juga bisa berkembang. Kami berharap pekerjaannya berkualitas dan bisa bertahan lama,” ujar Jupri warga setempat saat ditemui wartawan.
Warga lainnya berharap pembangunan Jalan Lingkar Utara dapat memberikan efek berganda terhadap perekonomian lokal, terutama bagi pelaku usaha dan aktivitas distribusi barang.
Dengan dukungan anggaran Rp49,9 miliar tersebut, pembangunan Jalan Lingkar Utara Kota Solok diharapkan menjadi langkah konkret memperkuat konektivitas wilayah sekaligus membuka peluang pertumbuhan ekonomi baru bagi masyarakat.
(MP/tim-AR)

