-->

Notification

×

Iklan

Iklan Display

Wapres Gibran Tekankan Kualitas dan Keselamatan Infrastruktur Pascabencana di Sumut

Senin, 07 September 2026 | September 07, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-09-07T00:42:53Z
Wapres Gibran meninjau progres pembangunan infrastruktur pengendali bencana di Sumatera Utara.


Tapanuli Tengah, MP----- Pemulihan infrastruktur pascabencana di Sumatera Utara diarahkan tidak sekadar mengembalikan fungsi fasilitas yang rusak, tetapi juga memperkuat keselamatan dan ketahanan masyarakat menghadapi potensi bencana di masa mendatang.


Wakil Presiden (Wapres) Gibran Rakabuming menegaskan pentingnya percepatan pembangunan infrastruktur dengan tetap mengutamakan kualitas dan keselamatan konstruksi. Hal itu disampaikannya saat meninjau pembangunan Sabo Dam Hutanabolon di Kabupaten Tapanuli Tengah dan Jembatan Garoga 2 di Kabupaten Tapanuli Selatan, Jumat (4/9/2026).


Sabo Dam Hutanabolon memiliki peran strategis dalam mengendalikan aliran material yang terbawa arus serta mengurangi potensi dampak bencana terhadap kawasan dan permukiman masyarakat. Infrastruktur tersebut menjadi bagian penting dari upaya memperkuat sistem perlindungan wilayah dari risiko bencana.


Sementara itu, pembangunan Jembatan Garoga 2 ditujukan untuk memulihkan konektivitas masyarakat setelah terdampak bencana. Keberadaan jembatan sangat dibutuhkan untuk menunjang mobilitas warga, distribusi kebutuhan sehari-hari, serta kelancaran aktivitas sosial dan ekonomi masyarakat.


Dalam peninjauan tersebut, Wapres meminta seluruh pekerjaan dapat diselesaikan sesuai target yang telah ditetapkan. Namun, percepatan pembangunan harus tetap dibarengi dengan penerapan standar mutu dan keselamatan konstruksi agar infrastruktur yang dibangun memiliki manfaat jangka panjang.


Wapres menekankan, agenda pemulihan pascabencana harus ditempatkan dalam kerangka pembangunan yang lebih tangguh. Perbaikan tidak cukup hanya mengembalikan kondisi seperti sebelum bencana, tetapi juga perlu memastikan masyarakat memiliki perlindungan yang lebih baik ketika menghadapi ancaman serupa.


Karena itu, pemulihan akses transportasi dan pembangunan infrastruktur pengendali bencana perlu dilakukan secara beriringan. Dengan pendekatan tersebut, masyarakat diharapkan dapat kembali beraktivitas secara aman sekaligus memiliki sistem perlindungan yang lebih kuat terhadap potensi bencana berulang.


Pembangunan Sabo Dam Hutanabolon dan Jembatan Garoga 2 sekaligus mencerminkan pentingnya kehadiran infrastruktur yang tidak hanya berfungsi sebagai sarana fisik, tetapi juga menjadi instrumen perlindungan dan pemulihan kehidupan masyarakat di wilayah terdampak bencana.

(Ns/MP)

×
Berita Terbaru Update