-->

Notification

×

Iklan

Iklan Display

Cangkang Sawit Berserakan dari Anak Air hingga Teluk Bayur, Keselamatan Pengendara Bypass Padang Disorot

Senin, 12 Oktober 2026 | Oktober 12, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-10-12T07:56:52Z
Pantauan media, Senin (12/10/2026), cangkang sawit masih menjadi persoalan keselamatan di Jalan Bypass Padang.


Padang, MP----- Cangkang kelapa sawit atau Palm Kernel Shell (PKS) yang bertebaran di sepanjang Jalan Bypass Kota Padang, Sumatera Barat, memunculkan kekhawatiran masyarakat terhadap keselamatan pengguna jalan. Material keras yang diduga terjatuh dari kendaraan pengangkut tersebut mulai terlihat dari kawasan Simpang Jalan Anak Air hingga Teluk Bayur.


Pantauan media pada Senin (12/10/2026) menunjukkan keberadaan cangkang sawit di sepanjang jalur tersebut menjadi perhatian, mengingat Jalan Bypass Padang merupakan salah satu akses penting bagi mobilitas kendaraan dan aktivitas angkutan barang.


Cangkang sawit yang tercecer di badan jalan dikhawatirkan dapat mengganggu perjalanan, khususnya bagi pengendara sepeda motor. Selain berpotensi menyebabkan gangguan saat berkendara, pecahan material keras tersebut juga dapat menimbulkan cedera apabila terlontar atau mengenai bagian tubuh pengguna jalan.


Masyarakat pun berharap kondisi ini segera ditangani oleh instansi terkait. Penanganan dinilai tidak cukup hanya dengan membersihkan material yang telah berserakan, tetapi juga perlu disertai pengawasan terhadap kendaraan pengangkut agar kejadian serupa tidak terus berulang.


“Kalau tidak segera dibersihkan dari badan jalan, pecahan keras cangkang sawit ini bisa membahayakan masyarakat. Jika mengenai kulit bisa menyebabkan luka, apalagi jika terkena mata, bisa berakibat lebih serius,” kata Syafrizal kepada wartawan saat ditemui di Simpang Kuranji Bypass Padang, Senin (12/10/2026).


Menurutnya, kondisi tersebut membutuhkan perhatian serius karena menyangkut keselamatan masyarakat yang setiap hari menggunakan jalur Bypass Padang.


PPK Soroti Aktivitas Kendaraan Pengangkut


Dihubungi secara terpisah, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) 2.1 Satuan Kerja Pelaksanaan Jalan Nasional (PJN) Wilayah II Sumatera Barat, Zulfikar Kurniawan, ST., M.Si., mengatakan kendaraan pengangkut cangkang sawit sudah lama melintasi Jalan Bypass Padang.


Ia menjelaskan, berdasarkan pengetahuannya, biasanya terdapat petugas yang melakukan pembersihan pada sore hari. Namun, ia belum memastikan secara rinci pengaturan atau kesepakatan yang mendasari kegiatan tersebut.


“Setahu saya mobil cangkang itu telah lama melintasi Jalan Bypass Padang. Biasanya setiap sore ada petugasnya yang membersihkan, mungkin seperti itu perjanjiannya dengan instansi terkait,” ujar Zulfikar.


Ia juga mempertanyakan mengapa cangkang sawit masih dapat jatuh dan berserakan di sepanjang jalur yang dilalui kendaraan tersebut, meskipun muatan kendaraan disebut telah ditutup menggunakan terpal selama perjalanan.


Kondisi ini menjadi perhatian karena pengamanan muatan semestinya mampu mencegah material terlepas selama kendaraan beroperasi. Apabila cangkang sawit tetap berjatuhan, efektivitas penutup muatan dan pengawasan selama perjalanan perlu dievaluasi oleh pihak berwenang.


Kewenangan Penanganan Perlu Diperjelas


Zulfikar menegaskan, sebagai penyelenggara jalan nasional di bawah Kementerian Pekerjaan Umum, pihaknya berkepentingan memastikan ruas jalan berada dalam kondisi aman dan nyaman dilalui kendaraan.


Namun, untuk persoalan kendaraan pengangkut yang diduga menyebabkan cangkang sawit berserakan, ia menilai perlu keterlibatan instansi terkait lainnya, termasuk Dinas Perhubungan dan kepolisian, sesuai kewenangan masing-masing.


“Dalam perjalanan mobilnya ditutup terpal, tetapi kenapa masih bisa cangkang sawit itu jatuh berserakan di sepanjang jalan yang dilaluinya? Mungkin tepatnya yang menindak pelanggaran itu instansi terkait seperti dinas perhubungan dan kepolisian,” tuturnya.


Pernyataan tersebut menegaskan pentingnya koordinasi lintas instansi dalam menangani persoalan ini. Selain membersihkan material yang telah jatuh, pengawasan terhadap kendaraan pengangkut juga diperlukan untuk mencegah potensi bahaya yang sama muncul kembali.


Meski demikian, penyebab pasti cangkang sawit bertebaran dari kawasan Simpang Jalan Anak Air hingga Teluk Bayur masih perlu ditelusuri. Identitas perusahaan atau operator kendaraan yang bertanggung jawab serta mekanisme pembersihan yang selama ini diterapkan juga belum diperoleh secara terperinci.


Warga Menunggu Tindakan Nyata


Melihat panjangnya jalur yang dilaporkan terdapat cangkang sawit berserakan, masyarakat berharap instansi berwenang segera melakukan pemeriksaan dan pembersihan, terutama pada titik-titik yang berpotensi membahayakan pengendara.


Evaluasi terhadap pengangkutan material, pemeriksaan penutup muatan, serta penindakan apabila ditemukan pelanggaran juga dinilai penting. Kejelasan pembagian tanggung jawab antara penyelenggara jalan, pengelola angkutan, dan instansi pengawas diperlukan agar penanganan berjalan efektif.


Hingga berita ini disusun, belum diperoleh keterangan resmi dari Dinas Perhubungan, kepolisian, maupun operator kendaraan terkait penyebab cangkang sawit berserakan dan langkah penanganan yang akan dilakukan.


Masyarakat berharap persoalan ini tidak berhenti pada pembersihan sesaat. Keselamatan pengguna Jalan Bypass Padang, dari Simpang Jalan Anak Air hingga Teluk Bayur, harus menjadi perhatian bersama agar material yang tercecer tidak berkembang menjadi ancaman kecelakaan lalu lintas.


(Rj.alam/MP)

×
Berita Terbaru Update