![]() |
| Sanak saudara dan warga berdatangan ke rumah duka di Parak Laweh, Lubuk Begalung, Padang, untuk menyampaikan belasungkawa. |
Padang, MP----- Kabar duka menyelimuti keluarga besar Abak Abu Nawas. Muharlina, kakak ipar Darmen Rajo Alam, Pemimpin Redaksi Media Momen Pembaruan.Com, meninggal dunia pada Jumat, 23 Oktober 2026, pukul 18.23 WIB, di Rumah Sakit BMC Padang.
![]() |
| Keluarga besar Abak Abu Nawas berduka atas berpulangnya Muharlina 62 tahun ke rahmatullah, Jumat (23/10/2026). |
Kepergian almarhumah meninggalkan kesedihan mendalam bagi keluarga, sanak saudara, kerabat, serta orang-orang yang mengenalnya. Kepergian tersebut terasa begitu mengejutkan karena sebelumnya almarhumah disebut tidak memiliki riwayat penyakit dalam yang diketahui keluarga.
Menurut keterangan keluarga, kondisi kesehatan almarhumah mulai menurun secara mendadak pada Selasa malam, 20 Oktober 2026. Saat itu, almarhumah mengalami sesak napas sehingga keluarga segera membawanya ke Rumah Sakit BMC Padang untuk mendapatkan pertolongan medis.
Setelah menjalani pemeriksaan, keluarga menerima penjelasan dari tim medis mengenai kondisi jantung dan paru-paru almarhumah yang memerlukan penanganan serius. Tim medis kemudian memberikan pengobatan dan melakukan upaya penanganan sesuai kondisi pasien.
Namun, pada Rabu, 21 Oktober 2026, kondisi almarhumah dilaporkan semakin menurun. Situasi tersebut membuat keluarga yang mendampingi di rumah sakit diliputi kecemasan dan kekhawatiran.
“Biasanya orang sakit itu tidak langsung separah ini, tetapi ini langsung kondisinya seberat ini,” ungkap Efrizal, kakak almarhumah, dengan nada sedih saat menceritakan keterkejutannya mengetahui kondisi sang adik.
Sementara itu, Muhartila, kakak almarhumah lainnya, juga mengungkapkan kecemasan keluarga ketika kondisi Muharlina semakin melemah dan membutuhkan perhatian intensif dari tim medis.
Berbagai harapan dan doa terus dipanjatkan keluarga selama almarhumah menjalani perawatan. Namun, pada Jumat petang, takdir Allah SWT berkata lain. Muharlina dalam usia 62 tahun mengembuskan napas terakhirnya pada pukul 18.23 WIB.
Adik bungsu almarhumah, Reni, menyampaikan permohonan agar keluarga, kerabat, dan masyarakat turut mendoakan almarhumah.
“Semoga Ni Lin diampuni segala dosanya, diterima amal ibadahnya, dan dilancarkan jalannya menuju surga Allah SWT. Aamiin. Kami mohon doa untuk almarhumah,” tuturnya penuh harap.
Rumah Duka Diselimuti Suasana Haru
Kabar berpulangnya Muharlina segera menyebar di tengah keluarga dan lingkungan sekitar. Rumah duka di Jalan Baru Nomor 45, Kelurahan Parak Laweh, Kecamatan Lubuk Begalung, Kota Padang, mulai didatangi keluarga besar, sanak famili, warga, dan para pelayat yang ingin menyampaikan belasungkawa.
Di tengah suasana haru, keluarga menanti kedatangan ambulans yang membawa jenazah almarhumah dari Rumah Sakit BMC Padang menuju rumah duka. Kehadiran para pelayat menjadi bentuk kepedulian, penghormatan, dan dukungan moral bagi keluarga yang ditinggalkan.
Dalam suasana kehilangan tersebut, doa menjadi penguat bagi keluarga agar diberikan ketabahan dan keikhlasan menerima ketentuan Allah SWT. Sebab, dalam ajaran Islam, setiap manusia pada akhirnya akan kembali kepada Sang Pencipta, sementara kehidupan di dunia merupakan perjalanan yang memiliki batas waktu.
Nilai Islam dan Adat Minangkabau: Duka Dipikul Bersama
Di ranah Minangkabau, ungkapan “Adat basandi syarak, syarak basandi Kitabullah” bukan sekadar falsafah kehidupan, melainkan juga tercermin dalam sikap masyarakat ketika menghadapi musibah dan kematian.
Kehadiran sanak saudara, tetangga, dan masyarakat di rumah duka merupakan wujud nilai kebersamaan, kepedulian, serta penghormatan kepada keluarga yang sedang berduka. Dalam tradisi Minangkabau, semangat barek samo dipikua, ringan samo dijinjiang mengajarkan bahwa kesedihan tidak semestinya ditanggung sendirian, tetapi dihadapi bersama melalui dukungan, kepedulian, dan doa.
Islam mengajarkan umatnya untuk mengucapkan “Innalillahi wa inna ilaihi raji’un” ketika menghadapi musibah, sebagai pengingat bahwa segala sesuatu berasal dari Allah SWT dan kepada-Nya seluruh makhluk akan kembali.
Kepergian Muharlina menjadi pengingat bagi keluarga dan orang-orang yang mengenalnya tentang keterbatasan manusia di hadapan ketentuan Ilahi. Di tengah kesedihan, keluarga berharap agar segala amal kebaikan almarhumah diterima, segala kekhilafannya diampuni, serta dirinya memperoleh tempat terbaik di sisi Allah SWT.
Bagi keluarga besar Abak Abu Nawas, kehilangan ini tentu bukan perkara mudah. Namun, doa, kebersamaan, dan keikhlasan diharapkan menjadi kekuatan untuk melewati masa berduka.
Selamat jalan, Muharlina. Semoga Allah SWT mengampuni segala dosa almarhumah, menerima seluruh amal ibadahnya, melapangkan dan menerangi alam kuburnya, serta menempatkannya di tempat terbaik di sisi-Nya.
Kepada keluarga yang ditinggalkan, semoga Allah SWT menganugerahkan kesabaran, keteguhan hati, dan keikhlasan dalam menerima ketentuan-Nya.
Allahummaghfirlaha warhamha wa ‘afiha wa’fu ‘anha.
Ya Allah, ampunilah dia, rahmatilah dia, berikanlah keselamatan kepadanya, dan maafkanlah segala kesalahannya.
Aamiin ya Rabbal ‘alamin.

