-->

Notification

×

Iklan

Iklan Display

Pacu Kuda Bupati Cup 2026 Digelar, Dandim 0307/TD Ajak Generasi Muda Jaga Warisan Minangkabau

Senin, 19 Oktober 2026 | Oktober 19, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-10-19T10:08:01Z
Sinergi TNI, Polri, pemerintah daerah, dan instansi terkait mendukung keamanan serta kelancaran pacu kuda.


Batusangkar, MP----- Gelanggang Pacuan Kuda Dang Tuanku, Batusangkar, Kabupaten Tanah Datar, kembali menjadi pusat perhatian masyarakat dengan digelarnya Pacu Kuda Open Race dan Tradisional Bupati Cup 2026, Minggu (18/10/2026). Ribuan penonton memadati gelanggang untuk menyaksikan perlombaan yang menjadi bagian dari tradisi dan identitas budaya masyarakat Minangkabau.

Ketangkasan joki dan kecepatan kuda menjadi daya tarik utama dalam perlombaan Pacu Kuda Bupati Cup 2026.


Komandan Kodim (Dandim) 0307/Tanah Datar, Letkol Arm Hendriyana, S.Sos., M.M., turut menghadiri pembukaan ajang tersebut bersama Bupati Tanah Datar Eka Putra, Kapolres Tanah Datar, Danyon TP 951/Pandeka Marapi, Kepala Kejaksaan Negeri Tanah Datar, pimpinan Bank Nagari Provinsi Sumatera Barat, Ketua Pordasi Sumbar, serta sejumlah tokoh masyarakat.


Pembukaan secara resmi oleh Bupati Eka Putra menandai dimulainya kompetisi yang tidak hanya menghadirkan adu kecepatan kuda dan ketangkasan joki, tetapi juga menjadi ruang perjumpaan masyarakat dalam menjaga keberlangsungan tradisi leluhur.


Bagi masyarakat Minangkabau, pacu kuda memiliki nilai historis dan sosial yang melampaui arena perlombaan. Tradisi ini menjadi bagian dari kehidupan masyarakat sekaligus sarana mempererat silaturahmi, menumbuhkan sportivitas, dan memperkuat kebersamaan antargenerasi.


Dandim 0307/Tanah Datar, Letkol Arm Hendriyana, menegaskan bahwa pelestarian pacu kuda membutuhkan keterlibatan berbagai pihak, terutama generasi muda agar tradisi tersebut tetap hidup di tengah perkembangan zaman.


“Pacu kuda merupakan bagian dari identitas budaya Minangkabau yang mengandung nilai keberanian, sportivitas, dan kebersamaan. Kodim 0307/Tanah Datar siap bersinergi dengan pemerintah daerah, kepolisian, dan seluruh elemen masyarakat untuk mendukung kelancaran serta keamanan kegiatan ini,” ungkapnya.


Menurutnya, kegiatan budaya seperti pacu kuda perlu terus mendapat dukungan agar tidak hanya menjadi tontonan masyarakat, tetapi juga menjadi sarana memperkuat nilai-nilai kebersamaan dan kecintaan terhadap warisan daerah.


Dua Kategori, Perpaduan Kompetisi dan Tradisi


Pacu Kuda Bupati Cup Tanah Datar 2026 menghadirkan dua kategori utama, yakni Open Race dan Tradisional. Kategori Open Race menjadi arena persaingan para joki dari berbagai daerah, sedangkan kategori tradisional mempertahankan karakter khas pacuan kuda Minangkabau.


Pada kategori tradisional, joki menunggangi kuda tanpa pelana dan sanggurdi. Ciri tersebut menjadi salah satu daya tarik tersendiri yang membedakan pacuan kuda tradisional Minangkabau dari perlombaan modern.


Perpaduan antara kompetisi dan tradisi tersebut menjadikan kegiatan ini sebagai sarana mengenalkan kekayaan budaya lokal kepada masyarakat luas, termasuk pengunjung dari luar Tanah Datar.


Rangkaian pembukaan ditandai dengan penyerahan petaka Pordasi kepada Bupati Tanah Datar, penyerahan gelanggang dari niniak mamak kepada pemerintah daerah, serta pelepasan kuda percobaan oleh unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda).


Prosesi itu mencerminkan keterlibatan unsur adat dan pemerintah dalam penyelenggaraan kegiatan yang telah menjadi bagian dari kehidupan masyarakat setempat.


Pengamanan dan Penggerak Ekonomi Masyarakat


Untuk memastikan kegiatan berlangsung aman dan tertib, Kodim 0307/Tanah Datar bersama Polres Tanah Datar dan instansi terkait melaksanakan pengamanan gabungan selama kegiatan berlangsung.


Kehadiran aparat keamanan menjadi bagian penting dalam mendukung kelancaran perlombaan, mengingat tingginya antusiasme masyarakat yang datang menyaksikan setiap pertandingan.


Di sisi lain, penyelenggaraan pacu kuda juga membuka peluang ekonomi bagi masyarakat. Ramainya pengunjung berpotensi meningkatkan aktivitas pedagang, pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), serta sektor jasa yang tumbuh di sekitar lokasi kegiatan.


Pacu Kuda Bupati Cup 2026 dijadwalkan berlangsung selama dua hari. Pemerintah daerah dan seluruh unsur yang terlibat diharapkan dapat memanfaatkan momentum ini untuk memperkuat promosi wisata budaya dan olahraga di Kabupaten Tanah Datar.


Dengan dukungan pemerintah, unsur adat, aparat keamanan, dan masyarakat, pacu kuda di Batusangkar diharapkan terus menjadi agenda budaya yang mampu menjaga identitas Minangkabau sekaligus memberikan manfaat sosial dan ekonomi bagi masyarakat.


Lebih dari sekadar perlombaan, Pacu Kuda Bupati Cup 2026 menjadi pengingat bahwa warisan budaya akan tetap bertahan apabila dijaga bersama, diwariskan kepada generasi berikutnya, dan dikembangkan tanpa kehilangan nilai-nilai tradisi yang menjadi akarnya.


(Bt/MP)

×
Berita Terbaru Update