![]() |
| Fadly Amran bersama Dony Oskaria meninjau potensi pengembangan kawasan pesisir Padang yang terintegrasi dengan Kota Tua. |
Padang, MP----- Pemerintah Kota Padang mulai mematangkan rencana penataan kawasan Pelabuhan Muaro Padang hingga Kota Tua sebagai bagian dari pengembangan destinasi wisata maritim yang terintegrasi. Pembenahan dermaga dan peningkatan kualitas layanan pelabuhan menjadi perhatian dalam peninjauan yang dilakukan pada Selasa (27/10/2026).
Wali Kota Padang, Fadly Amran, mendampingi Chief Operating Officer (COO) Danantara Indonesia sekaligus Kepala Badan Pengaturan Badan Usaha Milik Negara (BP BUMN), Dony Oskaria, meninjau langsung kawasan tersebut. Kegiatan ini turut dihadiri Wakil Ketua Komisi VI DPR RI, Andre Rosiade, serta sejumlah unsur legislatif dan pejabat Pemerintah Kota Padang.
Peninjauan tersebut menjadi bagian dari upaya mengidentifikasi kebutuhan revitalisasi dermaga sekaligus membuka peluang pengembangan kawasan pesisir sebagai destinasi wisata yang memiliki keterkaitan dengan sejarah dan identitas Kota Padang.
Fadly Amran mengatakan, penataan kawasan Muaro Padang sejalan dengan Program Unggulan (Progul) Jelajah Padang, yang diarahkan untuk mengembangkan potensi pesisir dan memperkuat daya tarik pariwisata daerah.
Menurutnya, Pelabuhan Muaro Padang memiliki posisi strategis karena menjadi salah satu pintu gerbang perjalanan menuju Kepulauan Mentawai. Potensi tersebut perlu didukung fasilitas yang memadai, pelayanan yang baik, serta penataan kawasan yang mampu memberikan kenyamanan bagi masyarakat dan wisatawan.
Pemanfaatan kawasan pelabuhan secara lebih terintegrasi diharapkan dapat meningkatkan kunjungan wisatawan, mendorong aktivitas ekonomi masyarakat, serta membuka peluang usaha dan lapangan kerja baru.
Sementara itu, Dony Oskaria menegaskan bahwa peningkatan kualitas fasilitas dan pelayanan publik menjadi salah satu perhatian Danantara Indonesia, termasuk pada sektor kepelabuhanan.
Ia menilai kondisi dermaga Muaro Padang perlu dibenahi agar lebih sesuai dengan kebutuhan operasional dan jumlah penumpang yang dilayani. Karena itu, perencanaan revitalisasi perlu memperhatikan kecukupan fasilitas, keselamatan, kenyamanan, dan kualitas pelayanan.
Pembenahan infrastruktur pelabuhan dinilai penting bukan hanya untuk menunjang mobilitas penumpang, tetapi juga untuk memperkuat fungsi kawasan sebagai bagian dari pengembangan ekonomi dan pariwisata Kota Padang.
Dalam kegiatan tersebut hadir pula Anggota DPRD Sumatera Barat, Verry Mulyadi; Anggota DPRD Kota Padang, Wahyu Hidayat dan Rachmad Wijaya; Sekretaris Daerah Kota Padang, Raju Minropa; Kepala Dinas Pariwisata Kota Padang, Yenni Yuliza; serta Manajer Komersial dan Kepatuhan Bisnis PT Pelindo Regional 2 Teluk Bayur, Ade Hilman.
Ke depan, rencana revitalisasi Muaro Padang diharapkan dapat menyatukan fungsi pelayanan transportasi laut dengan pengembangan destinasi wisata dan kawasan bersejarah. Namun, keberhasilan program ini juga akan ditentukan oleh kesiapan perencanaan, koordinasi antarpemangku kepentingan, serta pelaksanaan penataan yang memperhatikan kebutuhan masyarakat di sekitar kawasan.
Dengan penataan yang terarah, Muaro Padang berpeluang berkembang menjadi kawasan pesisir yang tidak hanya mendukung mobilitas menuju Mentawai, tetapi juga memperkuat daya tarik wisata dan menggerakkan perekonomian lokal.
(Pd/MP)
