-->

Notification

×

Iklan

Iklan Display

Warga Talogondan Bernapas Lega, Perkuatan Tebing Batang Mangor Capai 95 Persen

Rabu, 28 Oktober 2026 | Oktober 28, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-10-28T10:51:34Z
Perkuatan tebing Sungai Batang Mangor di Korong Talogondan, Nagari Kurai Taji, Kecamatan Nan Sabaris, mencapai progres 95 persen.


Padang Pariaman, MP----- Kekhawatiran warga Korong Talogondan, Nagari Kurai Taji, Kecamatan Nan Sabaris, Kabupaten Padang Pariaman, Sumatera Barat, terhadap ancaman longsor yang berpotensi memutus akses jalan mulai berkurang. Pemerintah Kabupaten Padang Pariaman melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) kini menyelesaikan pembangunan perkuatan tebing Sungai Batang Mangor yang terdampak bencana hidrometeorologi pada akhir November 2025 lalu.


Pembangunan tersebut menjadi harapan baru bagi masyarakat setempat, terutama warga yang setiap hari menggunakan akses jalan di sekitar lokasi. Sebelumnya, longsoran pada tebing sungai dikhawatirkan terus meluas, terlebih ketika hujan deras dan cuaca ekstrem kembali melanda wilayah tersebut.


Supri (54), warga setempat, mengaku lega melihat bangunan beton bertulang di titik longsor mulai rampung. Menurutnya, keberadaan struktur pengaman tebing itu diharapkan dapat memperkuat tepian sungai sekaligus mengurangi risiko kerusakan jalan.


“Dinding beton ini akan memperkuat tebing sungai, dan akses jalan pun jadi aman. Sebelumnya, kita khawatir jalan bisa putus jika titik longsor tidak segera diatasi. Alhamdulillah, pemerintah kabupaten telah membangun perkuatan tebing ini,” ujar Supri kepada wartawan, Rabu (28/10/2026).


Harapan serupa disampaikan Wandi, warga yang kerap melintasi kawasan tersebut. Ia menilai penanganan longsor perlu dilakukan secepatnya agar kerusakan tidak semakin meluas.


“Kalau tidak segera dibangun perkuatan tebing, longsoran bisa bertambah parah, apalagi cuaca ekstrem kembali mulai terjadi,” tuturnya.


Bagi warga, pembangunan ini bukan sekadar pekerjaan konstruksi, melainkan upaya menjaga keselamatan dan kelancaran aktivitas sehari-hari. Akses jalan yang aman sangat dibutuhkan masyarakat untuk menjalankan kegiatan ekonomi, mengangkut hasil usaha, serta menunjang mobilitas antarwilayah.


Pekerjaan Capai 95 Persen


Pantauan di lokasi menunjukkan sejumlah pekerja masih melakukan penyelesaian pekerjaan. Dua orang pekerja terlihat memasang kawat batu bronjong pada bagian ujung pasangan beton bertulang sebagai bagian dari penanganan tebing sungai.


Salah seorang pekerja mengatakan, pemasangan bronjong telah berlangsung sekitar satu bulan dan sejauh ini berjalan lancar.


“Kami sudah satu bulan bekerja memasang bronjong ini, dan sejauh pekerjaan berjalan lancar,” ujarnya.


Sementara itu, Kepala Bidang Sumber Daya Air (SDA) Dinas PUPR Kabupaten Padang Pariaman, Efliwardi, membenarkan bahwa pembangunan perkuatan tebing telah dilaksanakan pada titik-titik longsor di Sungai Batang Mangor.


Ia menyebutkan, progres pekerjaan saat ini telah mencapai 95 persen. Pihaknya berharap sisa pekerjaan dapat segera diselesaikan sehingga manfaat pembangunan bisa dirasakan masyarakat.


“Pekerjaan sudah 95 persen. Insyaallah, sisa pekerjaan dapat secepatnya selesai dan dirasakan manfaatnya oleh warga,” kata Efliwardi saat ditemui di ruang kerjanya.


Menurutnya, perkuatan tebing sungai tersebut dikerjakan pada dua lokasi longsor di sepanjang Sungai Batang Mangor, dengan total anggaran sekitar Rp400 juta.


Mitigasi Risiko Menghadapi Cuaca Ekstrem


Pembangunan perkuatan tebing ini menjadi bagian penting dalam upaya mengurangi risiko kerusakan akibat gerusan aliran sungai dan longsoran tanah. Kondisi tebing yang tidak stabil berpotensi membahayakan infrastruktur di sekitarnya apabila tidak ditangani secara tepat.


Meski demikian, keberadaan bangunan pengaman tetap perlu diikuti pemantauan berkala, terutama saat curah hujan meningkat dan debit sungai bertambah. Pemeriksaan terhadap kondisi beton, bronjong, serta bagian tebing di sekitarnya diperlukan untuk memastikan fungsi perlindungan berjalan sesuai peruntukannya.


Masyarakat pun berharap pembangunan tersebut tidak hanya selesai secara fisik, tetapi juga mampu memberikan perlindungan dalam jangka panjang bagi lingkungan dan akses jalan yang mereka gunakan.


Dengan progres pekerjaan yang telah mencapai 95 persen, warga kini menantikan penyelesaian tahap akhir pembangunan. Harapannya, penanganan dua titik longsor di Batang Mangor dapat membantu mengurangi ancaman terhadap akses jalan sekaligus memberikan rasa aman bagi masyarakat Korong Talogondan, khususnya ketika cuaca ekstrem kembali terjadi.


Bagi warga, jalan yang tetap dapat dilalui dengan aman berarti aktivitas sehari-hari dapat berlangsung lebih tenang, tanpa terus dibayangi kekhawatiran akan longsor yang berpotensi memutus akses penghubung mereka.


(MP)

×
Berita Terbaru Update