-->

Notification

×

Iklan

Iklan Display

Lima Bulan Tuntas ! SR Dharmasraya Ukir Rekor Percepatan Pembangunan Sekolah Rakyat Nasional

Sabtu, 07 November 2026 | November 07, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-11-07T05:24:10Z
Sekolah Rakyat Dharmasraya tampil sebagai salah satu proyek pembangunan tercepat nasional, rampung dalam lima bulan.


Sinergi Kementerian PU melalui Satker PPS Sumatera Barat Hadirkan Kawasan Pendidikan Terpadu, Serap Ribuan Tenaga Kerja, dan Buka Harapan Baru Generasi Bangsa.



Dharmasraya, MP----- Percepatan pembangunan infrastruktur pendidikan melalui program Sekolah Rakyat (SR) Tahap II menjadi salah satu wujud nyata komitmen pemerintah dalam memperluas akses pendidikan berkualitas bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu. Di antara 100 lokasi pembangunan yang tersebar di 32 provinsi di Indonesia, Sekolah Rakyat Kabupaten Dharmasraya, Sumatera Barat, mencatatkan capaian istimewa dengan menyelesaikan pembangunan jauh lebih cepat dari jadwal yang direncanakan.

Laboratorium dan gedung pembelajaran menjadi bagian dari fasilitas penunjang pendidikan Sekolah Rakyat Dharmasraya.


Pembangunan yang semula ditargetkan rampung dalam waktu delapan bulan tersebut berhasil diselesaikan hanya dalam lima bulan. Capaian ini menjadikan SR Dharmasraya sebagai salah satu proyek dengan penyelesaian tercepat dalam pelaksanaan pembangunan Sekolah Rakyat Tahap II secara nasional.

Kemegahan kawasan Sekolah Rakyat Dharmasraya menjadi wujud komitmen pemerintah memperluas akses pendidikan bagi keluarga prasejahtera.



Keberhasilan tersebut tidak sekadar berbicara tentang kecepatan pekerjaan konstruksi. Lebih dari itu, pencapaian ini mencerminkan pentingnya perencanaan matang, pengendalian pelaksanaan, koordinasi lintas sektor, serta kolaborasi seluruh pihak yang terlibat dalam menyukseskan pembangunan infrastruktur strategis nasional.

Sekolah Rakyat Dharmasraya, simbol hadirnya harapan baru bagi generasi muda untuk meraih masa depan lebih baik.


Dalam sebuah kesempatan, R. Rifi Firdaus Lustika, S.T., M.T., Kepala Satuan Kerja (Kasatker) Pelaksanaan Prasarana Strategis (PPS) Provinsi Sumatera Barat, didampingi Ivan P. Setiadi, PPK PPS kepada wartawan memaparkan mengenai capaian pembangunan tersebut menempatkan keberhasilan SR Dharmasraya sebagai bukti bahwa percepatan pembangunan dapat diwujudkan melalui sinergi, disiplin pelaksanaan, dan pengawasan pekerjaan yang konsisten.

R. Rifi Firdaus Lustika, S.T., M.T., Kasatker PPS Sumbar, didampingi PPK Ivan P. Setiadi, saat berbincang bersama wartawan di Kantor Satker PPS Sumbar, Jalan Khatib Sulaiman, Padang.


Menurut Rifi, keberhasilan menyelesaikan pekerjaan dalam lima bulan dari rencana delapan bulan merupakan capaian yang patut diapresiasi. Hal tersebut sekaligus menunjukkan bahwa pembangunan infrastruktur pendidikan dapat dilaksanakan secara efektif tanpa mengabaikan aspek mutu pekerjaan, ketepatan spesifikasi teknis, keselamatan konstruksi, dan fungsi bangunan.

Kawasan Sekolah Rakyat Dharmasraya dipersiapkan sebagai lingkungan pendidikan, pembinaan karakter, dan pengembangan potensi generasi bangsa.


Ribuan Tenaga Kerja Terlibat, Ekonomi Masyarakat Bergerak


Di balik kemegahan bangunan Sekolah Rakyat Dharmasraya, terdapat dampak ekonomi yang turut dirasakan masyarakat sekitar. Pelaksanaan proyek ini dilaporkan menyerap lebih dari 3.000 tenaga kerja, baik tenaga terampil maupun pekerja lokal yang terlibat dalam berbagai tahapan konstruksi.


Keterlibatan masyarakat tersebut menjadi bagian penting dari manfaat pembangunan. Aktivitas proyek turut menggerakkan sektor ekonomi pendukung, mulai dari penyediaan material bangunan, transportasi, jasa angkutan, konsumsi pekerja, hingga berbagai kebutuhan operasional lainnya.


Dengan demikian, pembangunan SR tidak hanya menghasilkan fasilitas pendidikan, tetapi juga menghadirkan perputaran ekonomi di tengah masyarakat selama proses pengerjaan berlangsung.


Capaian di Dharmasraya juga sejalan dengan pelaksanaan pembangunan SR Tahap II secara nasional yang melibatkan sekitar 97.000 tenaga kerja lokal di berbagai daerah, termasuk wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T).


Kawasan Pendidikan Terpadu dengan Fasilitas Modern


Sekolah Rakyat Dharmasraya dirancang sebagai kawasan pendidikan terpadu yang menyediakan lingkungan belajar, tempat tinggal, serta fasilitas pendukung bagi peserta didik dan tenaga pendidik.


Kawasan ini dilengkapi gedung pendidikan untuk jenjang Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP), hingga Sekolah Menengah Atas (SMA). Selain ruang pembelajaran, tersedia pula asrama putra dan putri, rumah susun guru, laboratorium, gedung serbaguna, sarana ibadah, lapangan olahraga, serta sistem keamanan yang didukung kamera pengawas atau CCTV.


Konsep tersebut dirancang untuk menciptakan lingkungan pendidikan yang lebih terintegrasi. Anak-anak tidak hanya memperoleh kesempatan mengikuti proses pembelajaran formal, tetapi juga mendapatkan dukungan fasilitas tempat tinggal, pembinaan karakter, pengembangan keterampilan, dan aktivitas sosial.


Kehadiran fasilitas pendidikan yang memadai diharapkan dapat mengurangi hambatan akses pendidikan bagi anak-anak dari keluarga prasejahtera. Dengan lingkungan yang mendukung, mereka memiliki kesempatan lebih luas untuk mengembangkan potensi, meningkatkan kualitas diri, dan mempersiapkan masa depan.


Investasi Pendidikan untuk Memutus Rantai Kemiskinan


Secara nasional, pembangunan Sekolah Rakyat Tahap II dirancang pada 100 lokasi dengan kapasitas sekitar 1.260 siswa per lokasi atau mencapai total sekitar 122.000 peserta didik.


Program ini menjadi bagian dari upaya pemerintah memperkuat pemerataan pendidikan sekaligus membuka kesempatan yang lebih adil bagi anak-anak Indonesia untuk memperoleh layanan pendidikan yang layak.


Pendidikan merupakan investasi jangka panjang yang memiliki peran penting dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia. Melalui Sekolah Rakyat, pemerintah berupaya menghadirkan ruang pembelajaran yang lebih inklusif, terutama bagi anak-anak yang selama ini menghadapi keterbatasan ekonomi dan akses terhadap fasilitas pendidikan.


Keberhasilan pembangunan SR Dharmasraya diharapkan dapat menjadi pengalaman berharga dalam pelaksanaan proyek serupa di daerah lain. Percepatan pekerjaan, keterlibatan tenaga kerja lokal, serta penyediaan fasilitas terpadu merupakan sejumlah aspek yang perlu terus dijaga dalam pembangunan berikutnya.


Melanjutkan Pembangunan, Memperluas Kesempatan


Keberhasilan pembangunan Tahap II menjadi pijakan untuk melanjutkan program Sekolah Rakyat Tahap III di 100 lokasi baru. Keberlanjutan program ini memperlihatkan bahwa pembangunan infrastruktur pendidikan membutuhkan kesinambungan kebijakan, dukungan anggaran, serta koordinasi antarlembaga.


Program Sekolah Rakyat juga memiliki keterkaitan dengan agenda pembangunan nasional sebagaimana tertuang dalam Asta Cita Presiden Prabowo Subianto, khususnya peningkatan kualitas sumber daya manusia dan pemerataan kesempatan pendidikan.


Selaras dengan amanat Pasal 34 Undang-Undang Dasar 1945 mengenai tanggung jawab negara terhadap fakir miskin dan anak-anak terlantar, program ini diharapkan menjadi salah satu instrumen untuk memperluas perlindungan sosial melalui pendidikan.


Bagi Sumatera Barat, keberhasilan pembangunan Sekolah Rakyat Dharmasraya bukan sekadar catatan tentang proyek yang selesai lebih cepat dari jadwal. Capaian tersebut menjadi kebanggaan daerah sekaligus kontribusi nyata dalam mendukung agenda pembangunan nasional.


Pada akhirnya, keberhasilan sebuah pembangunan tidak hanya diukur dari berdirinya bangunan megah atau cepatnya pekerjaan diselesaikan. Ukuran yang lebih penting adalah sejauh mana fasilitas tersebut memberikan manfaat berkelanjutan bagi masyarakat.


Sekolah Rakyat Dharmasraya diharapkan menjadi tempat lahirnya generasi muda yang berpendidikan, berkarakter, mandiri, dan memiliki kesempatan yang sama untuk meraih masa depan lebih baik.


Kementerian Pekerjaan Umum – Membangun Infrastruktur, Menguatkan Pendidikan, dan Menyiapkan Masa Depan Generasi Bangsa.


(MP)

×
Berita Terbaru Update