-->

Notification

×

Iklan

Iklan Display

Nof Hendra Serukan Pengelolaan SDA Berkelanjutan: Jangan Wariskan Kerusakan Alam kepada Generasi Mendatang

Kamis, 05 November 2026 | November 05, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-11-05T07:11:03Z
Nof Hendra 
Pendiri Utama FDI 


Pekanbaru, MP----- Peringatan tentang pentingnya menjaga kelestarian sumber daya alam (SDA) kembali disuarakan Pendiri Utama Forum Dinamika Indonesia (FDI), Nof Hendra. Ia mengingatkan bahwa kekayaan alam Indonesia bukan semata-mata untuk dinikmati generasi saat ini, melainkan amanah yang harus dijaga agar tetap dapat dimanfaatkan oleh anak cucu di masa mendatang.


Pesan tersebut disampaikan Nof Hendra melalui keterangan tertulis kepada media di Pekanbaru, Kamis (5/11/2026). Menurutnya, pemanfaatan kekayaan alam harus dilakukan secara bijaksana, berkeadilan, serta memperhatikan keberlanjutan lingkungan.


"SDA Indonesia harus digunakan untuk kepentingan seluruh rakyat Indonesia. Jangan dihabiskan semua. Sisakan juga untuk anak cucu kita," tegasnya.


Aktivis lingkungan sekaligus pegiat kebijakan publik itu menilai, eksploitasi sumber daya alam yang tidak terkendali berpotensi meninggalkan persoalan serius bagi generasi berikutnya. Bukan hanya berkurangnya kekayaan alam, tetapi juga ancaman kerusakan ekosistem, pencemaran lingkungan, hingga hilangnya ruang hidup masyarakat.


Ia menyoroti berbagai persoalan lingkungan yang masih menjadi perhatian publik, mulai dari pembalakan liar, pembakaran hutan dan lahan, pertambangan tanpa izin, pencemaran sungai, kerusakan kawasan pesisir dan mangrove, hingga alih fungsi lahan yang tidak terkendali.


Menurut Nof Hendra, pembangunan ekonomi tidak seharusnya dipertentangkan dengan kelestarian lingkungan. Keduanya perlu berjalan beriringan melalui tata kelola yang transparan, pengawasan yang konsisten, serta penegakan hukum tanpa pandang bulu.


"Siapa pun yang mengambil manfaat dari alam, harus ikut bertanggung jawab memulihkannya. Jangan hanya mengambil, tapi tidak pernah menanam kembali," ujarnya.


Ia juga mengajak masyarakat, pemerintah, serta aparat penegak hukum memperkuat pengawasan terhadap pemanfaatan SDA. Peran masyarakat dinilai penting untuk mencegah kerusakan lingkungan, sementara aparat penegak hukum diharapkan memastikan setiap kegiatan eksploitasi berjalan sesuai ketentuan perundang-undangan.


Tak kalah penting, Nof Hendra mengingatkan insan pers agar terus menjalankan fungsi kontrol sosial melalui pemberitaan yang independen, berimbang, serta berlandaskan data dan fakta.


Baginya, informasi yang akurat dan pengawasan publik merupakan bagian penting dalam mendorong pengelolaan kekayaan alam yang bertanggung jawab.


"SDA adalah amanah. Mari kita kelola dengan adil untuk rakyat hari ini, dan kita jaga untuk anak cucu di masa depan," tutupnya.


Dukungan dari Depok


Terpisah, dukungan terhadap seruan tersebut disampaikan Pengacara Muda Minang, Andhika Yudha Perwira, SH, warga Kota Depok, Jawa Barat, yang juga merupakan pembaca setia media online mitra FDI.


Ia menilai pesan Nof Hendra menjadi pengingat bahwa kekayaan alam tidak boleh dipandang sebagai sumber keuntungan sesaat, melainkan aset bersama yang memiliki tanggung jawab antargenerasi.


"Pernyataan Pendiri Utama FDI ini mengingatkan kita semua. SDA bukan warisan yang boleh dihabiskan, tapi titipan yang harus dijaga. Kalau hari ini kita diam, anak cucu kitalah yang akan menanggung akibatnya," ungkap Andhika.


Menurutnya, pengelolaan SDA harus berlandaskan hukum, mengutamakan kepentingan masyarakat, serta memperhatikan kelestarian lingkungan. Setiap bentuk perusakan alam yang terbukti melanggar hukum harus ditangani sesuai ketentuan yang berlaku.


Dari Depok, ia turut menyampaikan dukungan terhadap gerakan menjaga lingkungan dan mendorong penegakan hukum dalam pengelolaan kekayaan alam Indonesia.


"Saya dari Depok ikut mendukung. Jaga alam, tegakkan hukum, sisakan untuk anak cucu," pungkasnya.


Seruan tersebut sekaligus menjadi pengingat bahwa keberhasilan pembangunan tidak hanya diukur dari besarnya investasi maupun hasil eksploitasi kekayaan alam, tetapi juga dari kemampuan menjaga keseimbangan lingkungan dan mewariskan sumber daya yang tetap lestari bagi generasi mendatang.


(Nh/MP)

×
Berita Terbaru Update