-->

Notification

×

Iklan

Iklan Display

Enam Nelayan Air Bangis Hilang Kontak 20 Jam, Ditemukan Selamat oleh Tim SAR Gabungan

Minggu, 23 November 2025 | November 23, 2025 WIB | 0 Views Last Updated 2025-11-23T06:19:48Z
Proses evakuasi nelayan hilang kontak di perairan Pasaman Barat.

Pasbar, MP----- Setelah sempat hilang kontak selama hampir 20 jam di tengah cuaca buruk, enam nelayan asal Air Bangis, Kecamatan Sungai Beremas, Kabupaten Pasaman Barat akhirnya berhasil ditemukan dalam keadaan selamat oleh Tim SAR gabungan pada Sabtu (22/11/2025).


“Benar, keenam nelayan berhasil ditemukan selamat,” ujar Kapolres Pasaman Barat AKBP Agung Tribawanto, S.Ik melalui Kasat Pol Air, Iptu Afjon.


Berawal dari Mesin Rusak di Tengah Laut


Kejadian bermula ketika kapal kayu KM Primadona yang mengangkut enam nelayan itu bertolak dari Pulau Panana, Tana Bala, Kabupaten Nias Selatan, Sumatera Utara, menuju Air Bangis pada Kamis (20/11/2025). Dalam perjalanan, mesin kapal mengalami kerusakan sehingga air masuk ke badan kapal dan membuat kapal hanyut.


Pada Kamis pagi, komunikasi terakhir dengan petugas masih terjalin, sementara kontak dengan keluarga terputus sekitar pukul 09.00 WIB. Setelah itu, kapal dinyatakan hilang kontak.


Cuaca Buruk Hambat Pencarian


Mendapat laporan, Tim SAR gabungan dari Polairud Polres Pasaman Barat, TNI AL, Basarnas, serta dibantu para nelayan setempat langsung melakukan pencarian pada Jumat (21/11/2025) mulai pukul 06.30 WIB. Gelombang setinggi 1–2 meter disertai angin 6–8 knot sempat menyulitkan upaya pencarian. “Meski cuaca buruk, tim terus memperluas area pencarian hingga lebih dari 10 mil dari titik kontak terakhir,” kata Afjon.


Ditemukan Mengapung Dekat Perairan Sikabau


Upaya tak kenal lelah itu akhirnya membuahkan hasil. Pada pukul 13.55 WIB, keenam nelayan ditemukan mengapung di perairan dekat Sikabau, Pasaman Barat, dalam kondisi selamat.


Mereka langsung dievakuasi ke dermaga Air Bangis dan dibawa ke Puskesmas setempat untuk pemeriksaan kesehatan. Adapun identitas para nelayan tersebut yakni Akmal Dodi (40), Marrio (34), Andika Putra (30), Zulfikar (52), Herbet Andi (49), dan Roni Kusnaedi Simbolon (47).


Sementara itu, kapal KM Primadona berhasil diselamatkan setelah ditarik oleh kapal milik nelayan menuju Muara Air Bangis.


Kapal Diduga Melebihi Kapasitas


“Dugaan sementara, kapal melebihi kapasitas sehingga mengalami kerusakan berat. Kerugian diperkirakan mencapai Rp70 juta,” jelas Afjon.


Berakhirnya pencarian ini disambut rasa syukur oleh keluarga korban dan masyarakat Air Bangis, yang sejak Kamis diliputi kecemasan menanti kabar para nelayan tersebut. (hms)

×
Berita Terbaru Update