![]() |
| Alat berat PUPR dikerahkan untuk mempercepat pembersihan lumpur di kawasan permukiman Padang. |
Padang, MP----- Pemerintah Kota Padang terus mempercepat pemulihan pascabanjir yang melanda sejumlah kawasan sejak akhir November lalu. Hingga Senin (1/12/25), Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) telah mengerahkan 23 unit alat berat untuk menggarap tumpukan lumpur dan sedimen di 21 titik terdampak, sebuah upaya yang menunjukkan besarnya skala kerusakan yang terjadi.
![]() |
| Dump truck pengangkut sedimen bergerak nonstop membersihkan kawasan terdampak banjir. |
Penanganan ini dilakukan secara paralel karena material sedimen yang menumpuk di berbagai lokasi mencapai ketebalan signifikan, menghambat akses warga dan mengganggu aktivitas perekonomian. Jenis alat berat yang digelar meliputi ekskavator, loader, hingga dump truck yang bekerja sepanjang hari.
![]() |
| Aktivitas mobil pengangkut material lumpur di tengah upaya percepatan pembersihan pascabanjir. |
Kepala Dinas PUPR Kota Padang, Tri Hadiyanto, mengakui bahwa tingkat kerusakan pascabanjir kali ini tidak ringan. “Hari ini 23 alat berat bekerja di 21 titik. Sedimen menumpuk cukup tebal sehingga pembersihan harus dipercepat, terutama untuk membuka kembali akses warga,” ujarnya.
Sejumlah titik pembersihan yang menjadi prioritas antara lain Perumahan Graha 3 Sungai Lareh, Gurun Laweh, Lumin Park, Batu Gadang - Balai Gadang, Guo, Kampung Apa KPIK Lubuk Buaya, Pasar Baru menuju Unand, Batu Busuk, SMAN 12 Padang, Surau Gadang, Intake PDAM Kampung Koto Gunung Pangilun, Intake Palukahan Gadang, Kampung Lapai Nanggalo, Batang Aia Dingin, Air Dingin, Koto Tangah, Batang Kabung Ganting, Koto Tangah, Komplek Indah Permata (KIP) Surau Gadang, Kurao Pagang, dan Cek Dam Limau Manis (dan beberapa titik lainnya di jalur permukiman padat).
Tri menambahkan bahwa 5 unit alat berat tambahan sedang dalam perjalanan menuju lokasi untuk memperluas cakupan pembersihan. “Dengan penambahan alat, waktu pengerjaan bisa dipangkas dan area terdampak bisa ditangani lebih cepat,” ujarnya.
Selain pengerahan alat berat, PUPR menurunkan 100 tenaga manual untuk menjangkau area - area sempit seperti gang permukiman dan titik - titik yang tidak memungkinkan alat berat masuk. Tim manual ini menjadi lini penting dalam pembersihan rumah warga yang tertutup lumpur.
Upaya percepatan ini menjadi krusial karena banjir kali ini tidak hanya mengganggu mobilitas, tetapi juga melumpuhkan aktivitas sosial - ekonomi warga. Melalui operasi terpadu ini, pemerintah menargetkan akses publik dapat pulih secepat mungkin dan masyarakat bisa kembali beraktivitas normal.
(*)


