![]() |
| Hendra Syarif menyampaikan perkembangan revitalisasi SMAN 6 Padang kepada media di ruang kelas yang tinggal diselesaikan tahap finishing. |
![]() |
| Enam ruang kelas yang disiapkan untuk tahun ajaran baru terlihat memasuki tahap finishing. |
Ketua P2SP SMAN 6 Padang, Hendra Syarif, membenarkan keterlambatan pencairan tersebut. Ia menyebut administrasi pencairan sudah lengkap dan telah diajukan sejak awal November. “Administrasi sudah lengkap, tapi sampai sekarang dana belum cair atau masuk rekening. Kondisi ini dialami oleh semua sekolah penerima dana revitalisasi,” ujar Hendra.
Ia menduga hambatan terjadi di tingkat kementerian, mengingat pencairan dilakukan serentak untuk seluruh Indonesia. “Mungkin di kementeriannya masih ada kendala,” jelasnya.
Walaupun dana belum cair, pekerjaan di lapangan tetap dipaksakan berjalan agar deadline tidak meleset. Keterlambatan anggaran berdampak langsung pada sistem transaksi dengan pihak penyedia material.
“Selama ini pihak toko sangat membantu dengan memudahkan kebutuhan material. Tapi karena anggaran belum cair, transaksi ikut tersendat. Untuk kebutuhan kecil masih bisa dibantu, tapi material besar tentu pihak toko juga kesulitan,” kata Hendra saat ditemui di lokasi pembangunan.
Untuk mengantisipasi berbagai hambatan, P2SP sejak awal telah menyiapkan stok material seperti semen, pasir, batu bata, plafon, dan cat. Meski demikian, muncul persoalan lain: pembiayaan upah tenaga kerja. “Material sudah aman karena dipersiapkan sejak awal. Tantangan kami sekarang adalah pembayaran upah tukang dan pekerja yang terhambat akibat anggaran belum cair,” ujarnya.
Dalam kondisi terjepit ini, pihak sekolah berusaha keras agar pembangunan tidak terhenti. “Alhamdulillah, kepala sekolah masih bisa mencari dukungan ke berbagai pihak supaya pembangunan terus berjalan dan sisa pekerjaan dapat diselesaikan tepat waktu,” harap Hendra.
(red/mp)

