-->

Notification

×

Iklan

Iklan Display

BLUD Diterapkan di Tiga UPTD Peternakan, Mahyeldi Dorong Layanan Lebih Profesional

Selasa, 20 Januari 2026 | Januari 20, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-01-20T00:29:50Z
Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Sumbar, Sukarli, mendampingi Gubernur Mahyeldi pada peresmian BLUD UPTD peternakan.

Padang, MP----- Pemerintah Provinsi Sumatera Barat resmi menerapkan pola pengelolaan Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) pada tiga Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) sektor peternakan, yakni UPTD Rumah Sakit Hewan Sumbar, UPTD Ternak Unggas, serta UPTD Balai Pembibitan Ternak dan Semen Beku (BPTSB) Tuah Sakato. Peresmian dilakukan langsung oleh Gubernur Sumbar, Mahyeldi Ansharullah, di UPTD Rumah Sakit Hewan Sumbar, Senin (19/1/2026).

Kadis Keswan Sukarli, memberikan sambutan saat peresmian BLUD tiga UPTD sektor peternakan di lingkungan Pemprov Sumbar.

Penerapan BLUD tersebut menjadi bagian dari langkah strategis Pemprov Sumbar dalam mempercepat reformasi birokrasi, khususnya pada unit layanan teknis yang bersentuhan langsung dengan masyarakat. Melalui pola BLUD, pemerintah daerah mendorong fleksibilitas pengelolaan keuangan dan operasional guna meningkatkan mutu layanan peternakan dan kesehatan hewan.

Dalam arahannya, Gubernur Mahyeldi menegaskan bahwa status BLUD bukan sekadar perubahan administratif, melainkan tuntutan perubahan budaya kerja. Unit layanan diharapkan mampu bergerak lebih cepat, profesional, serta berorientasi pada kepuasan masyarakat tanpa meninggalkan prinsip akuntabilitas.

“BLUD memberi keleluasaan bagi UPTD untuk mengelola layanan secara mandiri. Namun hal itu harus dibuktikan dengan kinerja yang meningkat dan layanan yang benar-benar dirasakan manfaatnya,” kata Mahyeldi.

Ia secara khusus mendorong pengembangan UPTD Rumah Sakit Hewan Sumbar sebagai model layanan publik yang modern. Digitalisasi sistem pendaftaran dan rekam medis dinilai penting untuk meningkatkan efisiensi pelayanan sekaligus mendukung kemandirian pengelolaan pendapatan.

Sementara itu, pada UPTD Ternak Unggas, Mahyeldi menekankan perlunya penguatan sektor hilir. Menurutnya, UPTD tidak hanya berperan sebagai penyedia bibit, tetapi juga dituntut berinovasi dalam produksi pakan berkualitas dengan harga terjangkau melalui pola kemitraan.

Untuk UPTD BPTSB Tuah Sakato di Payakumbuh, Gubernur mendorong optimalisasi teknologi produksi, termasuk penerapan teknologi sexing semen beku. Inovasi tersebut diharapkan dapat membantu peternak menyesuaikan kebutuhan ternak secara lebih presisi serta membuka peluang perluasan pemasaran ke luar daerah.

Mahyeldi juga mengungkapkan, hingga kini Pemprov Sumbar telah memiliki 55 unit BLUD yang berkontribusi positif terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD). Ia menegaskan peningkatan PAD tidak boleh membebani masyarakat, melainkan dicapai melalui efisiensi, peningkatan volume layanan, serta pengembangan unit usaha yang bernilai tambah.

“Tujuan utama BLUD adalah pelayanan. Ketika pelayanan meningkat, kepercayaan publik tumbuh dan dampaknya akan berkontribusi pada PAD secara sehat,” ujarnya.

Terpisah, Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Sumbar, Sukarli, menyampaikan bahwa BLUD Rumah Sakit Hewan Sumbar saat ini telah menjalin kerja sama dengan sejumlah perguruan tinggi di Indonesia. Kolaborasi tersebut difokuskan pada peningkatan kompetensi SDM, mutu pelayanan medis, serta penerapan teknologi terkini di bidang kesehatan hewan.

Ia juga menyebutkan, seiring meningkatnya kepercayaan masyarakat, capaian PAD Rumah Sakit Hewan Sumbar diproyeksikan melampaui target. Dari target awal Rp1,7 miliar, pendapatan diperkirakan meningkat hingga Rp2,4 miliar pada akhir 2025.

Sukarli menambahkan, dengan dukungan pola BLUD, Rumah Sakit Hewan Sumbar diharapkan berkembang sebagai pusat rujukan layanan kesehatan hewan di Sumatera Barat sekaligus memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan daerah.

(hms.sb/red)

×
Berita Terbaru Update