-->

Notification

×

Iklan

Iklan Display

Bukittinggi Usulkan Status Daerah Khusus, Wali Kota Ramlan Temui Gubernur DKI Jakarta

Rabu, 14 Januari 2026 | Januari 14, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-01-14T00:20:04Z
Jam Gadang, ikon Kota Bukittinggi yang sarat nilai sejarah, menjadi daya tarik utama wisata lokal hingga mancanegara sekaligus simbol kota perjuangan dan kebanggaan masyarakat Minangkabau.

Jakarta, MP----- Wali Kota Bukittinggi Ramlan Nurmatias didampingi Sekretaris Daerah, staf ahli, Kepala Bappelitbang, serta sejumlah kepala perangkat daerah melakukan kunjungan resmi ke Balai Kota DKI Jakarta, Selasa (13/1/2026). Rombongan disambut langsung oleh Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung di ruang tamu Gubernur.

Wali Kota Bukittinggi Ramlan Nurmatias menyampaikan usulan status Daerah Khusus kepada Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung, didampingi jajaran Pemko Bukittinggi, Selasa (13/1/2026).

Pertemuan tersebut menjadi langkah strategis Pemerintah Kota Bukittinggi dalam memperjuangkan pengakuan status Daerah Khusus bagi Kota Bukittinggi, mengingat peran historisnya yang sangat penting dalam perjalanan bangsa Indonesia.

Wali Kota Ramlan Nurmatias menyampaikan bahwa Bukittinggi memiliki catatan sejarah kuat dalam mempertahankan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Selain dikenal sebagai kota kelahiran Proklamator Mohammad Hatta, Bukittinggi juga pernah menjadi pusat Pemerintahan Darurat Republik Indonesia (PDRI) saat Agresi Militer Belanda II.

“Kota Bukittinggi memiliki peran penting dan strategis dalam sejarah bangsa. Mulai dari kelahiran Bung Hatta hingga menjadi pusat PDRI. Peran ini sejajar dengan DKI Jakarta dan DI Yogyakarta dalam perjalanan kemerdekaan Indonesia,” ujar Ramlan.

Ia menegaskan, berdasarkan kesamaan nilai historis tersebut, Bukittinggi layak mendapatkan pengakuan sebagai Daerah Khusus di Indonesia. Pemerintah Kota Bukittinggi pun berencana mengajukan permohonan resmi kepada pemerintah pusat terkait usulan tersebut.

Dalam kesempatan itu, Ramlan juga meminta dukungan Gubernur DKI Jakarta agar dapat menjembatani pertemuan dengan Presiden ke-5 RI Megawati Soekarnoputri, guna membahas lebih lanjut dukungan politik dan historis atas penetapan status daerah khusus tersebut.

“Sebelumnya kami juga telah menemui Gubernur DI Yogyakarta Sri Sultan Hamengkubuwono X, dan beliau memberikan dukungan penuh. Kami berharap dukungan serupa juga datang dari DKI Jakarta,” ungkapnya.

Selain membahas status daerah khusus, Wali Kota Bukittinggi juga mengajukan permohonan hibah sarana dan prasarana pelayanan publik. Dengan luas wilayah yang terbatas namun kepadatan penduduk tinggi, Bukittinggi berperan sebagai pusat layanan bagi daerah penyangga dan sering menjalankan fungsi respons darurat lintas wilayah.

Untuk memenuhi Standar Pelayanan Minimal (SPM), Pemko Bukittinggi mengusulkan bantuan berupa kendaraan pemadam kebakaran, rescue, truk sampah, mobil derek, armada pengendalian lalu lintas, bus sekolah, serta motor operasional.

“Semoga usulan hibah ini dapat membantu peningkatan kualitas layanan publik di Bukittinggi,” pungkas Ramlan.

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyambut hangat kunjungan tersebut dan mengenang kedekatan historisnya dengan Kota Bukittinggi. Ia menyatakan dukungan penuh terhadap upaya Pemerintah Kota Bukittinggi untuk memperoleh status Daerah Khusus.

“Sejarah Bukittinggi, DKI Jakarta, dan DI Yogyakarta sangat kental sebagai kota perjuangan kemerdekaan. Karena itu, usulan ini patut didukung,” ujar Pramono.

Pramono juga menyatakan kesiapannya untuk memfasilitasi pertemuan dengan Megawati Soekarnoputri serta memberikan dukungan hibah sarana dan prasarana. Bahkan, Bukittinggi disebut akan menjadi salah satu daerah prioritas penerima hibah dari Pemprov DKI Jakarta pada tahun 2026.

(*)

×
Berita Terbaru Update