-->

Notification

×

Iklan

Iklan Display

Gonjong Modern, Wajah Baru Layanan BPKB Polda Sumbar

Jumat, 02 Januari 2026 | Januari 02, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-01-02T05:19:20Z
Gedung Baru Kantor BPKB Prototify Ditlantas Polda Sumbar.

Padang, MP----- Di bawah langit Padang yang membiru, sebuah mahakarya arsitektur kini tegak berdiri, memancarkan aura keagungan sekaligus modernitas. Gedung baru tiga lantai ini bukan sekadar susunan beton dan baja, melainkan narasi visual tentang perjumpaan dua zaman: masa lalu yang sarat kearifan dan masa depan yang ditopang inovasi.

Tekstur dan corak bangunannya seakan meminjam suara alam Minangkabau. Atap gonjong yang melengkung tajam—bak tanduk kerbau menjulang ke angkasa—menjadi simbol kuat rumah gadang, tempat nilai adat berakar dan kisah leluhur diwariskan lintas generasi. Setiap ukiran dan motif yang dihadirkan merefleksikan identitas budaya lokal yang tak lekang oleh waktu. Bangunan ini menjelma puisi arsitektur, di mana garis dan bentuk menjadi bait-bait penghormatan terhadap warisan Minangkabau.

Namun, di balik fasad tradisional yang sarat makna itu, denyut modernitas berirama kencang. Gedung prototipe Buku Pemilik Kendaraan Bermotor (BPKB) Direktorat Lalu Lintas Polda Sumatera Barat ini dirancang sebagai pusat layanan publik berbasis teknologi mutakhir. Interiornya dilengkapi peralatan perkantoran digital modern yang mendukung pelayanan cepat, efisien, dan terintegrasi.

“Gedung ini telah siap dioperasikan dan saat ini tinggal menunggu jadwal peresmian,” ujar Karolog Polda Sumbar, Kombes Pol Faried Zulkarnain, S.I.K., saat dikonfirmasi, baru-baru ini.

Memasuki area pelayanan, suasana terasa seperti melintasi portal waktu. Pengurusan dokumen kendaraan bermotor tak lagi dibayangi birokrasi berbelit. Sistem akses ruang berbasis barcode menggantikan kunci konvensional, memastikan setiap proses berjalan lebih cepat, akurat, dan transparan. Teknologi menjadi bahasa baru pelayanan, tanpa meninggalkan sentuhan nilai lokal.

Gedung prototipe BPKB Ditlantas Polda Sumbar ini menjadi pernyataan tegas bahwa tradisi dan kemajuan bukan dua kutub yang saling meniadakan. Keduanya dapat berjalan beriringan, saling menguatkan. Ia berdiri sebagai mercusuar harapan—tempat denyut pelayanan publik modern berdetak dalam balutan budaya Minangkabau yang anggun.

Sebuah ode bagi masa depan yang tetap menghormati akar tradisinya, di mana masyarakat merasakan kemudahan layanan di “rumah” mereka sendiri: megah, berbudaya, dan berteknologi, pungkas Faried Zulkarnain. 

(Obral Chaniago)

×
Berita Terbaru Update