![]() |
| Ketua Umum Kolaborasi Jurnalis Indonesia (KJI), Andarizal, membuka acara silaturahmi dan buka puasa bersama insan pers dengan jajaran LKAAM Sumbar. |
Padang, MP----- Suasana hangat dan penuh kekeluargaan terasa di kediaman Ketua Umum Lembaga Kerapatan Adat Alam Minangkabau (LKAAM) Sumatera Barat periode 2022 - 2026, Fauzi Bahar, di Jalan Gajah Mada, Kota Padang, Selasa (3/3/2026). Momentum buka puasa bersama itu mempertemukan tokoh adat dan insan pers dalam satu meja silaturahmi yang sarat makna.
Kegiatan tersebut dihadiri jajaran pengurus dan anggota Kolaborasi Jurnalis Indonesia (KJI) serta Ikatan Keluarga Wartawan Republik Indonesia (IKWRI). Acara dibuka secara resmi oleh Ketua Umum KJI, Andarizal, yang menegaskan pentingnya menjaga sinergi antara pers dan pemangku adat dalam merawat nilai - nilai moral serta budaya Minangkabau.
![]() |
| Suasana hangat dan penuh kekeluargaan mewarnai buka bersama antara pengurus Ikatan Keluarga Wartawan Republik Indonesia (IKWRI), KJI, dan LKAAM Sumbar di Kota Padang. |
“Silaturahmi ini bukan sekadar buka puasa bersama, tetapi momentum memperkuat kolaborasi antara ninik mamak dan insan pers dalam menjaga marwah ranah Minang,” ujar Andarizal dalam sambutannya.
Dalam pesan lima menitnya yang lugas dan penuh penekanan, Fauzi Bahar menyoroti persoalan serius yang tengah mengancam generasi muda, yakni maraknya peredaran narkoba dan fenomena penyimpangan sosial yang dinilainya kian mengkhawatirkan di ranah Minangkabau.
Menurutnya, persoalan tersebut tidak bisa hanya disikapi dengan seremoni dan kegiatan sosial semata. Ia meminta kepala daerah di Sumatera Barat untuk tidak berhenti pada tataran sosialisasi, tetapi menghadirkan langkah konkret dan tindakan nyata dalam memerangi peredaran narkoba.
“Kita tidak bisa hanya bicara di permukaan. Harus ada tindakan tegas dan nyata. Generasi muda Minangkabau adalah penerus adat dan agama. Kalau mereka rusak, maka rusaklah masa depan ranah ini,” tegas Fauzi Bahar.
Ia juga menekankan pentingnya pendekatan kolaboratif. Sosialisasi dan penguatan nilai - nilai agama, kata dia, dapat dilakukan melalui para ustadz dalam setiap ceramah keagamaan. Di sisi lain, media memiliki peran strategis dalam memberikan edukasi, membangun opini publik yang sehat, sekaligus menjadi kontrol sosial terhadap kebijakan pemerintah.
“Pers adalah mitra strategis. Media bisa mengangkat isu ini secara berimbang dan mendidik, sehingga masyarakat sadar bahwa ancaman narkoba dan penyimpangan sosial ini nyata adanya,” ujarnya.
Acara yang berlangsung sederhana namun penuh keakraban itu diakhiri dengan doa bersama menjelang berbuka puasa. Hidangan tersaji dengan nuansa kekeluargaan, mencerminkan filosofi Minangkabau adat basandi syarak, syarak basandi Kitabullah, bahwa adat dan agama berjalan beriringan dalam menjaga marwah negeri.
Buka bersama tersebut menjadi lebih dari sekadar agenda Ramadan. Ia menjelma sebagai ruang dialog, refleksi, dan komitmen bersama antara tokoh adat dan insan pers untuk menjaga generasi muda serta mempertahankan nilai - nilai luhur Minangkabau di tengah tantangan zaman.
(Red)


