![]() |
| Personel TNI memikul jenazah korban melintasi medan terjal Bukit Puntak menuju posko evakuasi. |
Sekadau, MP----- Operasi pencarian dan evakuasi korban kecelakaan helikopter Airbus H130 bernomor registrasi PK-CFX di Kabupaten Sekadau, Kalimantan Barat, berlangsung dramatis dan penuh tantangan. TNI melalui Kodam XII/Tanjungpura mengerahkan ratusan personel lintas satuan untuk menembus medan hutan dan perbukitan yang sulit dijangkau, hingga akhirnya seluruh korban berhasil dievakuasi pada Jumat (17/4/2026).
Keterlibatan personel gabungan TNI dalam operasi ini mencakup Pos Komando Taktis (Poskotis) Korem 121/Alambhana Wanawai, Yonif TP 833/BD, Yonif 642/Kapuas, serta Kodim 1204/Sanggau. Seluruh unsur bergerak secara terpadu bersama tim SAR gabungan dalam upaya percepatan pencarian di lokasi jatuhnya helikopter.
Tak hanya dari darat, dukungan udara juga dikerahkan. TNI Angkatan Udara menurunkan satu unit helikopter Super Puma guna membantu mobilisasi personel serta distribusi logistik di area yang sulit diakses kendaraan darat.
Asisten Operasi (Asops) Kasdam XII/Tanjungpura, Kolonel Inf Ahmad Daud Harahap menegaskan komitmen penuh TNI dalam mendukung misi kemanusiaan tersebut. Ia menyebut, pengerahan kekuatan dilakukan atas instruksi langsung Pangdam XII/Tpr dan hasil koordinasi intensif dengan tim SAR gabungan.
“Seluruh jajaran telah diarahkan untuk melaksanakan pencarian secara maksimal. Ini adalah bentuk tanggung jawab kami dalam misi kemanusiaan,” ujarnya.
Titik jatuh helikopter akhirnya ditemukan oleh tim Yonif TP 833/BD yang dipimpin Mayor Inf Ikhwan di kawasan perbukitan Bukit Puntak, Dusun Gandis, Desa Tapang Tingang, Kecamatan Nanga Taman. Lokasi yang terpencil dan berat menjadi tantangan utama dalam proses evakuasi.
Evakuasi korban dimulai pada Jumat dini hari sekitar pukul 00.04 WIB. Sebanyak delapan jenazah, terdiri dari dua kru dan enam penumpang, dievakuasi secara manual menggunakan kantong jenazah dari Basarnas. Tim harus memikul korban melewati jalur hutan lebat dan medan terjal, yang membuat proses berjalan lambat dan penuh risiko.
Setelah melalui perjuangan selama kurang lebih 6,5 jam, seluruh jenazah beserta barang milik korban, termasuk kotak hitam (black box), tiba di posko SAR gabungan yang berada di Gereja Katolik Santo Yohanes, Dusun Gandis, pada pukul 06.30 WIB.
Selanjutnya, delapan jenazah tersebut diberangkatkan menggunakan delapan unit ambulans menuju RS Bhayangkara Pontianak untuk penanganan lebih lanjut.
Meski seluruh korban telah berhasil dievakuasi, penyebab pasti kecelakaan masih belum dapat dipastikan. Otoritas terkait saat ini menunggu hasil investigasi resmi melalui analisis data dari black box yang telah ditemukan di lokasi kejadian.
Peristiwa ini kembali menegaskan beratnya tantangan operasi penyelamatan di wilayah dengan kondisi geografis ekstrem, sekaligus menunjukkan sinergi kuat antara TNI dan tim SAR dalam menjalankan misi kemanusiaan di lapangan.
(puspen/red)
