-->

Notification

×

Iklan

Iklan Display

Pabrik Pengolahan Jagung Segera Dibangun di Rimbo Karambia, Tapakih Siap Jadi Sentra Pakan Ternak

Sabtu, 28 Februari 2026 | Februari 28, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-02-28T02:42:13Z
Ad Kusnandar
Pj Wali Nagari Tapakih 

Tapakih, MP----- Pemerintah Nagari Tapakih, Kecamatan Ulakan Tapakih, Kabupaten Padang Pariaman, menegaskan komitmennya mendorong sektor pertanian sebagai tulang punggung ekonomi masyarakat. Dalam satu tahun terakhir, komoditas jagung pakan ternak menjadi primadona baru yang dinilai paling menjanjikan.

Penjabat (Pj) Walinagari Tapakih, Ad Kusnandar, menyampaikan langsung kepada jurnalis MP di kantornya, Kamis (26/2), bahwa geliat usaha jagung di Tapakih menunjukkan tren positif, seiring meningkatnya kebutuhan pakan ternak di tingkat regional.

“Secara umum Nagari Tapakih memiliki hamparan lahan pertanian yang luas, mulai dari sawah, kebun kelapa, hingga kebun sawit. Namun dalam satu tahun terakhir, usaha yang paling berkembang adalah jagung untuk pakan ternak. Ini yang sedang bagus dan punya nilai ekonomi tinggi bagi petani,” ujar Ad Kusnandar.

Perkembangan signifikan itu diperkuat dengan rencana pembangunan pabrik pengolahan jagung di Korong Rimbo Karambia oleh PT Paten Mekar Tani. Saat ini, proses komunikasi antara pemerintah nagari dan pihak perusahaan telah memasuki tahap lanjutan.

“Pertemuan kami dengan direktur perusahaan sudah berjalan lebih kurang dua minggu ini. Pabrik yang akan dibangun nantinya tidak hanya menampung jagung petani, tetapi juga melakukan pengolahan awal sehingga produk yang dihasilkan sudah setengah jadi. Dengan begitu, nilai jual jagung meningkat dibanding dijual dalam bentuk mentah,” jelasnya.

Menurutnya, keberadaan pabrik tersebut akan memberikan efek berantai (multiplier effect) bagi perekonomian masyarakat. Selain memperkuat posisi tawar petani jagung, investasi ini juga diperkirakan membuka lapangan kerja bagi lebih dari 50 orang tenaga kerja lokal.

“Insyaallah pembangunan akan dilaksanakan dalam waktu dekat. Kami berharap tenaga kerja yang terserap nantinya mayoritas dari masyarakat Nagari Tapakih. Ini peluang besar untuk meningkatkan kesejahteraan warga,” tegasnya.

Irigasi Jadi Kendala Serius

Meski sektor jagung berkembang, Ad Kusnandar tidak menampik adanya persoalan mendasar di bidang pertanian, terutama terkait jaringan irigasi yang kini tidak lagi optimal.

Ia menjelaskan, sistem irigasi yang tidak maksimal mengaliri air ke lahan sawah telah berdampak langsung pada penurunan produktivitas padi. Kondisi tersebut mendorong sebagian petani mengalihkan fungsi lahan menjadi kebun, termasuk kebun jagung.

“Kami sangat berharap ada perhatian serius dari instansi terkait untuk memperbaiki jaringan irigasi di Nagari Tapakih. Lahan sawah kita masih luas dan berpotensi menjadi lumbung padi daerah. Jika irigasi kembali normal, produktivitas pertanian padi bisa meningkat signifikan,” ungkapnya.

Sebagai langkah strategis, Pemerintah Nagari Tapakih juga mengalokasikan 20 persen Dana Ketahanan Pangan untuk mendukung pengembangan jagung. Rencananya, program tersebut akan difokuskan di Korong Parik guna memperluas areal tanam sekaligus meningkatkan kapasitas produksi.

“Kami arahkan dana ketahanan pangan itu untuk memperkuat komoditas jagung, khususnya di Korong Parik. Dengan dukungan industri pengolahan yang akan berdiri, kami ingin menciptakan ekosistem pertanian yang terintegrasi dari hulu ke hilir,” tutup Ad Kusnandar.

Dengan potensi lahan yang luas, dukungan investasi industri, serta penguatan kebijakan nagari, Tapakih kini bersiap menapaki babak baru sebagai sentra jagung pakan ternak yang kompetitif di Kabupaten Padang Pariaman.

(Red/Rj)

×
Berita Terbaru Update