![]() |
| Menteri PU Dody Hanggodo meninjau langsung kondisi Jembatan Besuk Kobokan di Lumajang, Jawa Timur, memastikan kelayakan struktur pasca erupsi Gunung Semeru. |
Lumajang, MP----- Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo turun langsung meninjau infrastruktur terdampak erupsi Gunung Semeru di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, Sabtu (21/2). Fokus utama kunjungan adalah Jembatan Besuk Kobokan, yang menjadi simpul vital konektivitas Jalan Nasional Lumajang - Malang menjelang arus mudik Lebaran 2026.
Peninjauan dilakukan untuk memastikan struktur jembatan tetap aman pasca terpapar material vulkanik dan suhu tinggi akibat aktivitas erupsi. Menteri Dody menginstruksikan jajaran teknis melakukan pemeriksaan menyeluruh, mulai dari kondisi fondasi, gelagar, hingga material baja yang berpotensi mengalami penurunan kualitas akibat panas ekstrem dan abrasi lahar.
“Konektivitas Jalan Nasional Lumajang - Malang tidak boleh terganggu, apalagi menjelang arus mudik. Saya minta dilakukan audit teknis detail, termasuk uji kelayakan struktur baja yang terdampak suhu tinggi. Keselamatan masyarakat adalah prioritas utama,” tegas Dody di lokasi peninjauan.
Ia menekankan bahwa langkah antisipatif harus dilakukan lebih dini guna mencegah risiko kerusakan lanjutan yang dapat menghambat mobilitas warga dan distribusi logistik. Menurutnya, infrastruktur di kawasan rawan bencana harus memiliki standar ketahanan lebih tinggi.
“Kita tidak hanya memperbaiki, tetapi juga meningkatkan ketahanan infrastruktur terhadap bencana. Evaluasi ini penting agar jembatan dan jalan nasional tetap andal, aman, dan siap melayani lonjakan kendaraan saat mudik Lebaran 2026,” tambahnya.
Kementerian PU memastikan percepatan penanganan jika ditemukan kerusakan signifikan. Skema perkuatan struktur maupun rekayasa teknis lain disiapkan untuk menjaga kelancaran arus lalu lintas dan aktivitas ekonomi masyarakat setempat.
Erupsi Gunung Semeru sebelumnya berdampak pada sejumlah infrastruktur di Lumajang, termasuk jalur penghubung utama antardaerah. Karena itu, pengamanan titik - titik strategis seperti Jembatan Besuk Kobokan menjadi krusial untuk menjamin keselamatan pengguna jalan serta stabilitas konektivitas regional.
Pemerintah menegaskan bahwa keselamatan warga, percepatan rehabilitasi, dan keberlanjutan aktivitas ekonomi menjadi prioritas dalam setiap langkah penanganan dampak bencana.
(Red/Jwt)
