-->

Notification

×

Iklan

Iklan Display

HUT ke-193 Padang Pariaman : Momentum Bangkit Pasca Bencana

Senin, 12 Januari 2026 | Januari 12, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-01-12T01:15:21Z
Suasana rapat paripurna DPRD Padang Pariaman yang digelar sederhana sebagai bentuk empati pascabencana banjir dan longsor.

Padang Pariaman, MP----- Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-193 Kabupaten Padang Pariaman tahun ini berlangsung berbeda dari tahun-tahun sebelumnya. Duka akibat bencana banjir dan tanah longsor yang melanda sejumlah wilayah pada penghujung 2025 lalu membuat Pemerintah Kabupaten Padang Pariaman memilih peringatan yang sederhana, namun sarat makna dan refleksi.

Peringatan HUT digelar melalui rapat paripurna DPRD Kabupaten Padang Pariaman yang dipimpin Ketua DPRD Aprinaldi, didampingi Wakil Ketua Wira Satria dan Firman, di Aula IKK Parit Malintang, Minggu (11/1).

Rapat paripurna tersebut turut dihadiri Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Sumatera Barat Firdaus Firman, Bupati Padang Pariaman John Kenedy Aziz, Wakil Bupati Rahmad Hidayat, unsur Forkopimda, anggota DPRD, serta tamu undangan lainnya.

Ketua DPRD Padang Pariaman, Aprinaldi, menyampaikan bahwa hari jadi daerah merupakan tonggak sejarah sekaligus identitas yang harus dimaknai sebagai momentum evaluasi dan harapan untuk masa depan yang lebih baik.

“Hari jadi Kabupaten Padang Pariaman ke-193 mengusung tema Bangkit Lebih Cepat Menuju Kabupaten Padang Pariaman Tangguh. Tema ini mencerminkan semangat untuk bangkit dari keterpurukan akibat bencana, bergerak lebih responsif, mempercepat pemulihan, memperbaiki pelayanan publik, serta menghidupkan kembali aktivitas ekonomi dan sosial masyarakat,” ujar Aprinaldi.

Ia menambahkan, bencana banjir dan tanah longsor yang terjadi akhir 2025 lalu telah mengakibatkan kerusakan serius pada infrastruktur, seperti jalan, jembatan, sekolah, lahan pertanian, dan sarana vital lainnya.

“Kami mengapresiasi dan mendukung kebijakan Pemerintah Daerah atas segala niat, daya, dan upaya yang telah dilakukan bersama TNI, Polri, relawan, LSM, DPRD, serta masyarakat ranah dan rantau dalam penanganan bencana ini,” tegasnya.

Sementara itu, Bupati Padang Pariaman John Kenedy Aziz dalam sambutannya mengulas sejarah terbentuknya Kabupaten Padang Pariaman yang lahir berdasarkan Undang-Undang Nomor 12 Tahun 1956 sebagai daerah otonom di Provinsi Sumatera Tengah. Dalam perjalanannya, wilayah ini mengalami berbagai dinamika, termasuk pemekaran Kota Padang, pembentukan Kabupaten Kepulauan Mentawai, dan Kota Pariaman.

Saat ini, Kabupaten Padang Pariaman memiliki luas wilayah 1.343,56 kilometer persegi, terdiri dari 17 kecamatan, 103 nagari, dengan jumlah penduduk sekitar 459 ribu jiwa.

Menjelang satu tahun masa kepemimpinannya bersama Wakil Bupati Rahmad Hidayat, John Kenedy Aziz mengakui bahwa ujian berat berupa bencana alam telah memberikan dampak besar, mulai dari kerugian ekonomi dan sosial, kerusakan infrastruktur, korban jiwa, hingga puluhan ribu warga yang terpaksa mengungsi.

“Pemkab Padang Pariaman bergerak cepat dengan turun langsung ke lapangan, membuka posko penanganan bencana, berkoordinasi dengan BNPB, serta melakukan langkah-langkah pemulihan dan rehabilitasi pascabencana,” jelasnya.

Melalui momentum HUT ke-193 ini, Bupati mengajak seluruh pemangku kepentingan, DPRD, Forkopimda, dunia usaha, akademisi, para perantau, serta seluruh elemen masyarakat, untuk terus memperkuat kolaborasi dan kebersamaan dalam membangun Padang Pariaman yang lebih tangguh pascabencana.

×
Berita Terbaru Update