“Sebagaimana arahan Presiden Prabowo, negara harus hadir memastikan kebutuhan dasar masyarakat terpenuhi. Untuk itu, Kementerian PU melakukan pemasangan instalasi air minum darurat, distribusi air bersih, hingga rehabilitasi sistem penyediaan air minum yang terdampak bencana,” ujar Dody Hanggodo.
Salah satu wilayah yang telah menerima suplai air minum darurat adalah Kelurahan Melati, Gunung Sariak III, Kecamatan Kuranji, Kota Padang. Instalasi pengolahan air berkapasitas 0,5 liter per detik yang dipasang di lokasi tersebut mampu melayani kebutuhan air minum sekitar 250 jiwa warga terdampak.
Selain pemasangan instalasi darurat, Kementerian PU juga terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah, BPBD, serta operator air minum setempat untuk memastikan distribusi air berjalan lancar dan kualitas air tetap memenuhi standar kesehatan. Pemantauan dilakukan secara berkala guna mengantisipasi potensi gangguan layanan, terutama di wilayah rawan bencana.
Dengan langkah cepat dan terkoordinasi ini, pemerintah berharap masyarakat terdampak dapat tetap menjalani aktivitas sehari-hari dengan aman, sekaligus mempercepat proses pemulihan pascabencana di Sumatera Barat.
(bakom.ri)
