-->

Notification

×

Iklan

Iklan Display

Krisis Air Bersih Pasca Bencana, Padang Jadi Lokasi Launching “Sejuta Pohon untuk Sumbar 2026”

Selasa, 27 Januari 2026 | Januari 27, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-01-27T09:20:13Z
Pj Sekda Kota Padang Raju Minropa bersama Gubernur Sumbar Mahyeldi saat penanaman perdana program Sejuta Pohon untuk Sumbar 2026 di Koto Tangah, Kamis (22/1/2026).

Padang, MP----- Kerusakan ekosistem di kawasan hulu sungai pasca bencana hidrometeorologi pada akhir 2025 lalu memicu krisis air bersih di sejumlah wilayah Kota Padang. Kondisi tersebut membuat ibu kota Provinsi Sumatera Barat dipilih sebagai lokasi launching dan penanaman perdana program “Sejuta Pohon untuk Sumbar 2026” yang digagas Yayasan Rumah Aktivis Sejahtera.

Kegiatan tersebut digelar di kawasan Pemandian Jembatan Sitapuang, Kelurahan Balai Gadang, Kecamatan Koto Tangah, Kamis (22/1/2026).

Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah Kota Padang, Raju Minropa, mengatakan bahwa penghijauan kembali kawasan hutan dan hulu sungai merupakan solusi mutlak untuk memperbaiki siklus air yang terganggu akibat bencana.

“Penghijauan kembali kawasan hutan dan hulu sungai merupakan solusi mutlak untuk memperbaiki siklus air,” ujar Raju Minropa saat menghadiri kegiatan tersebut.

Ia menjelaskan, bencana hidrometeorologi yang melanda Kota Padang pada November dan Desember 2025 menyebabkan terjadinya pergeseran aliran sungai. Dampaknya, sejumlah jaringan irigasi terputus dan cadangan air tanah mengalami penurunan signifikan.

Berdasarkan data pemerintah, saat ini terdapat 121 titik kekeringan yang tersebar di Kota Padang, dengan kondisi terparah berada di Kecamatan Kuranji. Situasi ini semakin kompleks karena sekitar 80 persen masyarakat di wilayah tersebut belum terjangkau layanan PDAM dan selama ini hanya mengandalkan sumur gali.

“Aliran sungai berpindah sehingga jaringan irigasi terputus. Akibatnya, sumur-sumur warga mengering. Fokus kita saat ini adalah memastikan kebutuhan air bersih masyarakat kembali terpenuhi,” jelasnya.

Untuk penanganan darurat, Pemerintah Kota Padang telah menyusun rencana aksi dua tahap. Tahap pertama berupa pendistribusian air bersih melalui BPBD Kota Padang bekerja sama dengan BPBD Provinsi Sumbar dan PMI, dengan mengoperasikan mobil tangki ke 121 titik terdampak.

Sementara untuk solusi jangka panjang, mulai Sabtu ini pemerintah bersama Balai Pembangunan Kawasan Permukiman Sumbar akan membangun sumur bor di lima lokasi prioritas sebagai sumber air baru bagi masyarakat non-PDAM.

“Selain itu, gerakan penanaman satu juta pohon yang berkolaborasi dengan Yayasan Rumah Aktivis Sejahtera diharapkan dapat mengembalikan fungsi resapan air di kawasan hulu. Melalui Dinas Pertanian yang juga membidangi kehutanan, Pemkot Padang berkomitmen mengawal pertumbuhan pohon-pohon ini demi ketahanan ekologi jangka panjang,” tegas Raju.

Launching dan penanaman perdana program tersebut juga dihadiri Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi, yang mengapresiasi langkah strategis pemulihan ekologi pasca-bencana di Sumatera Barat.

×
Berita Terbaru Update