Jakarta, MP----- Pemerintah resmi memulai pembangunan Sekolah Rakyat (SR) Tahap II yang tersebar di 104 lokasi di berbagai wilayah Indonesia. Program ini dirancang untuk menampung lebih dari 112 ribu siswa dengan total 3.744 rombongan belajar (rombel), sebagai langkah nyata menghadirkan pendidikan yang merata dan berkualitas bagi seluruh anak bangsa.
Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa pendidikan adalah fondasi utama dalam membangun masa depan Indonesia. Menurut Presiden, negara tidak boleh membiarkan satu pun anak tertinggal hanya karena keterbatasan akses dan fasilitas pendidikan.
"Sekolah yang layak adalah pintu harapan bagi anak-anak kita. Melalui Sekolah Rakyat, negara hadir memastikan setiap anak Indonesia memiliki kesempatan yang sama untuk belajar dan meraih masa depan yang lebih baik," tegas Presiden Prabowo.
Sebagai bentuk dukungan konkret terhadap visi tersebut, Kementerian Pekerjaan Umum (PU) terus menghadirkan infrastruktur pendidikan yang aman, nyaman, dan berkualitas. Menteri PU Dody Hangodo menyampaikan bahwa pembangunan Sekolah Rakyat bukan sekadar proyek fisik, melainkan investasi jangka panjang bagi kualitas sumber daya manusia Indonesia.
"Infrastruktur yang baik akan menciptakan proses belajar mengajar yang efektif. Sekolah Rakyat kami bangun agar menjadi ruang yang aman, layak, dan memotivasi anak-anak untuk belajar dan berkembang," ujar Dody Hangodo.
Pembangunan Sekolah Rakyat Tahap II ini sejalan dengan Asta Cita Presiden Prabowo, khususnya dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia dan memperkuat pemerataan layanan pendidikan hingga ke pelosok negeri. Pemerintah berharap kehadiran Sekolah Rakyat dapat menjadi simbol nyata kehadiran negara, sekaligus menumbuhkan harapan baru bagi generasi penerus bangsa.
(bakom.ri/red)



