-->

Notification

×

Iklan

Iklan Display

SPPG Jati Jadi Model MBG Berbasis Ekonomi Lokal di Padang Timur

Senin, 05 Januari 2026 | Januari 05, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-01-05T02:03:58Z
Ketua DPRD Sumbar Muhidi melihat dapur SPPG Jati yang akan memproduksi lebih dari 1.000 porsi makanan bergizi setiap hari untuk delapan sekolah di Padang Timur.

Padang, MP----- Program Makan Bergizi Gratis (MBG) melalui Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kelurahan Jati, Kecamatan Padang Timur, tidak hanya disiapkan sebagai layanan pemenuhan gizi anak sekolah, tetapi juga dirancang sebagai pengungkit ekonomi masyarakat setempat.

Ketua DPRD Sumbar Muhidi menyampaikan arahan saat peresmian SPPG Yayasan SBLF Jati di Kecamatan Padang Timur

Hal tersebut mengemuka dalam peresmian SPPG Yayasan SBLF Jati yang dihadiri Ketua DPRD Provinsi Sumatera Barat, Muhidi, dan Anggota DPD RI, Muslim M Yatim, Minggu (4/1/2025).

Muhidi menyampaikan bahwa keberadaan SPPG harus mampu menciptakan dampak nyata bagi lingkungan sekitar. Menurutnya, pola pengelolaan MBG idealnya melibatkan masyarakat lokal sejak dari penyediaan bahan pangan, pengolahan makanan, hingga distribusi.

“Jika bahan baku dan tenaga kerjanya berasal dari warga sekitar, maka MBG bukan hanya program konsumsi, tapi juga program pemberdayaan,” kata Muhidi.

Ia menilai, pendekatan tersebut akan memperluas manfaat MBG, karena selain meningkatkan kualitas gizi anak-anak sekolah, program ini juga memperkuat perputaran ekonomi di tingkat kelurahan serta membuka lapangan kerja baru.

Di SPPG Jati sendiri, sekitar 60–70 persen tenaga kerja direkrut dari warga Kelurahan Jati. Kondisi ini dinilai sebagai kontribusi nyata dalam mengurangi pengangguran sekaligus meningkatkan pendapatan keluarga di lingkungan sekitar.

Muhidi menambahkan, DPRD Sumbar akan terus melakukan pengawasan agar pelaksanaan MBG berjalan sesuai prinsip akuntabilitas, tepat sasaran, dan berkelanjutan. Ia berharap SPPG Jati dapat menjadi contoh pengelolaan dapur MBG berbasis komunitas di daerah lain.

Sementara itu, Anggota DPD RI Muslim M Yatim menekankan bahwa program makan bergizi merupakan investasi jangka panjang bagi kualitas sumber daya manusia. Ia menyebut, kebijakan serupa telah menjadi praktik umum di sejumlah negara maju dan berkembang.

“Pemenuhan gizi anak adalah fondasi utama dalam menyiapkan generasi yang sehat, produktif, dan berdaya saing. Ini bagian dari jalan panjang menuju Indonesia Emas 2045,” ujarnya.

SPPG Jati dijadwalkan mulai beroperasi pada 8 Januari 2026. Pada tahap awal, layanan MBG akan menyasar delapan sekolah, dengan distribusi lebih dari 260 porsi makanan bergizi per sekolah.

Dalam pelaksanaan perdana, dapur SPPG Jati ditargetkan memproduksi lebih dari 1.000 porsi makanan bergizi setiap hari, dengan kapasitas yang akan ditingkatkan secara bertahap sesuai kesiapan operasional dan sarana pendukung.

(rel)

×
Berita Terbaru Update