Monitoring yang dimulai sekitar pukul 12.30 WIB tersebut turut dihadiri Kapolda Metro Jaya Irjen Pol. Asep Edi Suheri, Wakapolda Metro Jaya, serta jajaran Pejabat Utama (PJU) Polda Metro Jaya. Pemantauan dilakukan untuk memastikan kelancaran dan keamanan arus lalu lintas, khususnya menjelang puncak arus balik.
Wakapolri mengapresiasi sinergi Polri, TNI, dan seluruh pemangku kepentingan dalam pengamanan Nataru. Ia menegaskan, secara umum situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) serta arus lalu lintas selama periode Nataru terpantau aman dan kondusif.
“Operasi Lilin 2025 yang berakhir pada 2 Januari 2026 akan dilanjutkan dengan kegiatan kepolisian yang ditingkatkan (KRYD) hingga 5 Januari 2026. Langkah ini untuk mengantisipasi puncak arus balik yang diprediksi terjadi pada 4 Januari 2026,” ujar Wakapolri.
Berdasarkan data sementara, diproyeksikan sebanyak 2,9 juta kendaraan keluar dari Jakarta dan sekitar 2,8 juta kendaraan masuk kembali ke Jakarta selama periode Nataru. Hingga saat ini, tercatat sekitar 4,7 juta kendaraan telah keluar-masuk Jakarta melalui empat gerbang tol utama, yakni Gerbang Tol Cikupa, Ciawi, Kalihurip Utama, dan Cikampek Utama.
Untuk mengurai potensi kepadatan, Polri telah menyiapkan sejumlah skema rekayasa lalu lintas, mulai dari sistem ganjil-genap, contraflow, hingga one way. Seluruh kebijakan tersebut terus disosialisasikan agar masyarakat dapat merencanakan perjalanan dengan aman dan nyaman.
Selama Operasi Lilin 2025, Polri mengerahkan 146.701 personel gabungan yang terdiri dari Polri, TNI, dan instansi terkait. Selain itu, disiagakan 2.903 pos pengamanan, pelayanan, dan pos terpadu, serta pengamanan terhadap puluhan ribu objek vital di seluruh Indonesia.
Wakapolri juga mengimbau masyarakat yang melakukan perjalanan arus balik untuk mematuhi aturan lalu lintas, mengikuti arahan petugas di lapangan, serta memanfaatkan layanan hotline Polri 110 jika membutuhkan bantuan selama perjalanan.
