-->

Notification

×

Iklan

Iklan Display

Ambulans Puskesmas Aplim Nyaris Dibakar, Polisi Turun Tangan

Sabtu, 14 Februari 2026 | Februari 14, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-02-14T12:55:56Z
Ambulans Puskesmas Aplim yang menjadi sasaran percobaan pembakaran dikawal menuju RSUD Dekai untuk pengamanan.

Yahukimo, MP----- Upaya pembakaran dua unit ambulans milik Puskesmas Aplim mengguncang warga di Jalan Seradala KM 04, Distrik Dekai, Kabupaten Kabupaten Yahukimo, Sabtu (14/2/2026). Fasilitas kesehatan yang menjadi tumpuan masyarakat pedalaman itu nyaris lumpuh, sebelum warga dan aparat bergerak cepat mencegah aksi nekat tersebut.

Personel kepolisian melakukan olah TKP di halaman Puskesmas Aplim, Distrik Dekai, Sabtu (14/2/2026).

Peristiwa terjadi sekitar pukul 21.05 WIT. Dua orang tak dikenal mendatangi kompleks perumahan Puskesmas Aplim sambil membawa bahan bakar jenis solar dalam botol air mineral berukuran 1.600 mililiter. Mereka mengancam akan membakar bangunan puskesmas dan dua ambulans yang terparkir di halaman.

Saksi mata, Luter Matuan (40), Kepala Desa Kurima, menuturkan pelaku sempat menyiram solar ke bagian ban belakang dua ambulans—masing-masing jenis Mitsubishi Triton putih dan Suzuki APV Arena putih bernomor polisi PA 6434 Y. Ketegangan pun memuncak, warga berhamburan keluar rumah.

“Kalau sampai puskesmas dibakar, kami tidak punya tempat lagi untuk berobat,” ujar Luter, menggambarkan kepanikan malam itu.

Warga kemudian berupaya menenangkan situasi dengan melakukan negosiasi. Dalam upaya meredam ancaman, saksi mengaku menyerahkan uang Rp500.000 kepada pelaku di pintu masuk puskesmas. Setelah menerima uang tersebut, kedua terduga pelaku membatalkan aksinya dan melarikan diri ke arah Jalan Seradala.

Keesokan paginya, sekitar pukul 09.25 WIT, personel Satreskrim Polres Yahukimo bersama Satgas Gakkum dari Operasi Damai Cartenz 2026 yang dipimpin IPTU Muhammad Mirwan langsung melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Petugas mengamankan barang bukti berupa botol berisi sisa solar dan rumput kering yang terindikasi telah disiram bahan bakar.

Meski tidak ditemukan jejak kaki, pola siraman solar di sekitar roda kendaraan menguatkan dugaan percobaan pembakaran. Untuk mencegah ancaman lanjutan, dua ambulans tersebut dikawal menuju RSUD Dekai.

Kepala Operasi Damai Cartenz 2026, Brigjen Pol. Dr. Faizal Ramadhani, menegaskan aparat tidak akan memberi ruang terhadap intimidasi fasilitas publik.

“Fasilitas kesehatan adalah kebutuhan dasar masyarakat. Kami tidak mentolerir ancaman terhadap layanan publik, apalagi yang menyangkut keselamatan warga. Penanganan dilakukan secara tegas dan terukur sesuai hukum,” tegasnya.

Senada, Wakil Kepala Operasi Damai Cartenz 2026, Kombes Pol. Adarma Sinaga, menyatakan respons cepat aparat menjadi kunci mencegah eskalasi. “Begitu laporan diterima, tim langsung bergerak. Barang bukti kami amankan dan saksi diperiksa. Langkah cepat ini penting agar pelayanan kesehatan tidak terganggu,” ujarnya.

Hingga kini, penyelidikan masih berlangsung untuk mengidentifikasi dan memburu pelaku. Polisi juga mengimbau masyarakat tetap tenang dan segera melapor jika mengetahui informasi terkait kejadian tersebut.

Insiden ini menjadi alarm serius tentang rapuhnya akses layanan dasar di wilayah pedalaman. Ambulans bukan sekadar kendaraan, melainkan penghubung antara harapan dan keselamatan. Ketika fasilitas kesehatan menjadi sasaran ancaman, yang dipertaruhkan bukan hanya aset negara, tetapi nyawa masyarakat.

(Red)

×
Berita Terbaru Update