-->

Notification

×

Iklan

Iklan Display

Hasril Chaniago Dorong Fadly - Maigus Wujudkan Padang Kota Layak Ditempati

Jumat, 20 Februari 2026 | Februari 20, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-02-20T15:14:52Z
Jurnalis momenpembaruan.com berfoto bersama Uda Hasril Chaniago, wartawan senior sekaligus tokoh jurnalis Sumatera Barat, usai menyampaikan pandangannya dalam acara satu tahun kepemimpinan Wali Kota Padang.

Padang, MP----- Wartawan senior Sumatera Barat, Hsril Chaniago, menyampaikan harapannya agar Wali Kota Padang Fadly Amran bersama Wakil Wali Kota Maigus Nasir mampu mewujudkan Kota Padang sebagai kota yang benar - benar layak ditempati.

Pernyataan itu ia sampaikan dalam sesi penyampaian pendapat pada acara satu tahun kepemimpinan Fadly - Maigus yang digelar di Youth Center Gedung Bagindo Aziz Chan, Jumat (20/2).

Dalam suasana yang hangat dan penuh refleksi, Hasril Chaniago mengungkapkan keyakinannya bahwa di tangan duet kepemimpinan saat ini, Padang bisa bertransformasi menjadi kota yang nyaman, sehat, dan ramah bagi seluruh warganya.

“Saya pernah menjuarai lomba tulis berita yang mengangkat tema Kota Padang sebagai kota layak ditempati. Jadi gagasan ini bukan hal baru bagi saya. Saya sudah lama membayangkan Padang menjadi kota yang tertata, hijau, dan memberi kenyamanan bagi masyarakatnya,” ujar tokoh jurnalis Sumbar tersebut.

Menurutnya, konsep kota layak ditempati tidak hanya berbicara soal infrastruktur, tetapi juga kualitas lingkungan, ruang terbuka hijau, tata kota yang baik, serta kenyamanan iklim mikro bagi warga.

Ia pun mengaitkan harapan itu dengan program unggulan Pemerintah Kota Padang, yakni “Padang Rancak”. Hasril menilai, program tersebut harus diterjemahkan lebih konkret melalui langkah nyata memperbanyak taman kota dan ruang terbuka hijau yang representatif.

“Padang Rancak harus dimaknai lebih dari sekadar penataan fisik. Kota ini perlu lebih diperhijau. Hadirkan taman - taman yang rindang, ruang publik yang nyaman, sehingga warga bisa beraktivitas tanpa merasa terpapar panas berlebihan,” tegasnya.

Hasril bahkan berkisah tentang pengalaman pribadinya ketika datang ke Padang dari Bukittinggi yang berhawa sejuk. Ia mengaku kerap merasa gerah dan mengalami sakit kepala akibat cuaca panas di Kota Padang.

“Setiap kali saya datang dari Bukittinggi ke Padang, saya sering merasa gerah. Kepala rasanya berat, kadang sampai sakit. Perbedaan suhu yang cukup ekstrem ini menjadi tantangan tersendiri. Artinya, kita memang butuh lebih banyak ruang hijau untuk menekan dampak panas kota,” tuturnya, sedikit berkisah di hadapan para undangan.

Narasi yang disampaikan Hasril bukan sekadar keluhan pribadi, melainkan refleksi atas kebutuhan mendesak kota pesisir seperti Padang untuk beradaptasi dengan perubahan iklim dan pertumbuhan urban yang kian pesat. Kota yang berkembang tanpa perencanaan hijau yang matang berpotensi menghadapi peningkatan suhu, polusi udara, hingga menurunnya kualitas hidup masyarakat.

Sebagai jurnalis senior yang lama mengamati dinamika pembangunan daerah, Asril menilai Fadly - Maigus memiliki peluang besar mencatatkan sejarah baru. Dengan komitmen politik yang kuat, sinergi lintas sektor, serta partisipasi masyarakat, cita - cita menjadikan Padang kota layak ditempati bukanlah hal yang mustahil.

“Saya optimistis. Dengan visi yang jelas dan konsistensi dalam menjalankan program, saya percaya Pak Fadly Amran dan Pak Maigus Nasir bisa membawa Padang menjadi kota yang tidak hanya maju secara pembangunan, tetapi juga nyaman dihuni generasi hari ini dan masa depan,” pungkasnya.

Harapan itu menjadi pengingat bahwa pembangunan kota sejatinya bukan hanya soal beton dan aspal, tetapi tentang menghadirkan kualitas hidup yang lebih baik, kota yang teduh, tertata, dan membahagiakan warganya.

(Rajo Alam/Red)

×
Berita Terbaru Update