![]() |
| Jajaran Direksi dan Komisaris Bank Nagari saat konferensi pers kinerja 2025, menegaskan komitmen menjaga stabilitas dan peran strategis bank pembangunan daerah. |
Padang, MP----- Di tengah tekanan ekonomi nasional dan perlambatan pertumbuhan daerah, PT Bank Nagari kembali membuktikan ketangguhannya sebagai Bank Pembangunan Daerah Sumatera Barat. Sepanjang tahun 2025, Bank Nagari mampu menjaga stabilitas keuangan, memperkuat pembiayaan sektor produktif, serta terus bertransformasi secara digital.
Direktur Utama Bank Nagari, Gusti Candra, menyampaikan bahwa capaian positif ini merupakan hasil strategi kehati-hatian dan konsistensi manajemen dalam menghadapi dinamika ekonomi yang menantang.
“Ketika daya beli masyarakat melemah dan ekonomi daerah melambat, Bank Nagari tetap fokus menjaga stabilitas, mendukung pembangunan daerah, dan memperkuat kepercayaan masyarakat,” ujar Gusti Candra dalam Konferensi Pers Kinerja PT Bank Nagari Tahun 2025 di Kantor Cabang Utama, Senin (2/2/2026).
Berdasarkan laporan keuangan unaudited per Desember 2025, total aset Bank Nagari tercatat sebesar Rp33,61 triliun, tumbuh 1,97 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Dari sisi pendanaan, Dana Pihak Ketiga (DPK) berhasil dihimpun sebesar Rp26,84 triliun atau tumbuh 0,58 persen, mencerminkan tetap kuatnya kepercayaan nasabah.
Penyaluran kredit dan pembiayaan mencapai Rp25,27 triliun. Meski sempat mengalami koreksi akibat melemahnya permintaan, Bank Nagari tetap mencatatkan pertumbuhan kredit sebesar 11,78 persen, jauh melampaui pertumbuhan kredit perbankan di Sumatera Barat yang berada di angka 5,83 persen.
Capaian tersebut menempatkan Bank Nagari sebagai penguasa pangsa pasar kredit terbesar di Sumatera Barat dengan market share 33,4 persen, atau lebih dari sepertiga total kredit perbankan daerah.
Dari sisi kesehatan keuangan, Bank Nagari berada pada posisi yang solid. Capital Adequacy Ratio (CAR) tercatat 23,72 persen, rasio kredit bermasalah berada di level aman 2,40 persen, serta Loan to Deposit Ratio (LDR) mencapai 94,15 persen.
Kinerja positif juga ditopang oleh pertumbuhan signifikan Unit Usaha Syariah Bank Nagari. Total aset syariah mencapai Rp6,49 triliun atau tumbuh 6,28 persen. Pembiayaan syariah melonjak 14,66 persen menjadi Rp4,63 triliun, sementara laba bersih syariah naik 15,43 persen menjadi Rp224,62 miliar. Kontribusi aset syariah terhadap induk meningkat menjadi 19,31 persen.
Sebagai wujud komitmen terhadap ekonomi kerakyatan, Bank Nagari sepanjang 2025 menyalurkan Kredit Usaha Rakyat (KUR) sebesar Rp1,38 triliun kepada 7.506 debitur, merealisasikan KPR FLPP sebanyak 548 unit, serta hampir sepenuhnya menyerap pagu Kredit SIMAMAK dengan nilai Rp10,77 miliar.
Di bidang transformasi digital, Bank Nagari terus menunjukkan akselerasi. Direktur Keuangan Roni Edrian menyebutkan, jumlah pengguna aplikasi Ollin by Nagari tumbuh 57,08 persen, merchant QRIS meningkat 18,44 persen, dan outlet QRIS naik 15,35 persen. Layanan digital lainnya seperti Nagari Cash Management dan pembukaan rekening online juga mencatatkan pertumbuhan signifikan.
Atas fundamental keuangan yang kuat dan prospek usaha yang stabil, PEFINDO menetapkan peringkat idA+/Stable kepada Bank Nagari untuk periode 16 Januari 2025 hingga 1 Januari 2026.
Menutup pemaparannya, Gusti Candra menegaskan bahwa Bank Nagari akan terus menyesuaikan strategi bisnis dengan kondisi ekonomi daerah agar tetap sehat, adaptif, dan berkelanjutan.
“Tantangan ekonomi justru menjadi momentum bagi Bank Nagari untuk memperkuat peran sebagai mitra pembangunan daerah,” pungkasnya.
(*)
