-->

Notification

×

Iklan

Iklan Display

Fadly Amran Paparkan Pengalaman Padang Jaga Kerukunan di Rakornas FKUB Nasional

Kamis, 05 Februari 2026 | Februari 05, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-02-05T00:14:35Z
Wali Kota Padang Fadly Amran menjadi narasumber Rakornas FKUB Nasional yang digelar secara virtual dari Gedung Putih Rumah Dinas Wali Kota Padang, Rabu (4/2/2026).

Padang, MP----- Wali Kota Padang, Fadly Amran, menjadi narasumber dalam Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) yang mengusung tema “Sinergi Pemerintah dan FKUB Guna Memperkuat Persatuan Bangsa dan Harmoni Sosial”. Kegiatan tersebut digelar secara virtual melalui Zoom Meeting dari Gedung Putih Rumah Dinas Wali Kota Padang, Rabu (4/2/2026).

Rakornas FKUB ini menjadi forum strategis yang mempertemukan pemerintah pusat, pemerintah daerah, serta FKUB se-Indonesia untuk memperkuat kolaborasi dalam menjaga persatuan bangsa dan keharmonisan sosial di tengah keberagaman suku, agama, dan budaya masyarakat Indonesia.

Dalam pemaparannya, Fadly Amran menegaskan bahwa kerukunan umat beragama merupakan fondasi penting pembangunan Kota Padang. Menurutnya, stabilitas sosial yang harmonis menjadi prasyarat utama bagi tumbuhnya pembangunan ekonomi, sosial, dan budaya yang berkelanjutan.

Ia menjelaskan, Padang sejak lama tumbuh sebagai kota multikultural yang dibentuk oleh proses sejarah dan budaya yang kuat. Keberagaman tersebut tidak hadir secara instan, melainkan terjalin secara alami melalui interaksi lintas etnis dan agama.

“Keberagaman di Kota Padang terjalin secara historis dan kultural. Istilah Urang Padang Jalan Barampek mencerminkan kolaborasi empat etnis besar, yakni Minang, Nias, Tionghoa, dan India, yang hidup berdampingan serta bergotong royong membangun kota,” ungkap Fadly Amran.

Ia menambahkan, wajah multikultural Kota Padang mulai terbentuk sejak abad ke-17 ketika kota ini berkembang sebagai kawasan pelabuhan dan pusat perdagangan. Sejak saat itu, berbagai etnis dan pemeluk agama datang, berinteraksi, serta berbaur secara harmonis dalam kehidupan sosial, budaya, dan ekonomi masyarakat.

Lebih jauh, Fadly Amran memaparkan sejumlah praktik konkret penguatan kerukunan yang terus dijalankan Pemerintah Kota Padang bersama FKUB. Di antaranya peninjauan langsung pelaksanaan ibadah lintas agama, penyampaian pernyataan sikap bersama menjelang bulan suci Ramadan, pelaksanaan aksi sosial lintas suku dan agama, hingga pembinaan kerohanian bagi pelajar dari berbagai latar belakang keagamaan.

Menurutnya, keterlibatan aktif pemerintah daerah bersama FKUB menjadi kunci dalam menjaga ruang dialog, membangun kepercayaan, serta mencegah potensi konflik sosial di tengah masyarakat.

“Kerukunan tidak boleh dibiarkan tumbuh sendiri, tetapi harus dirawat melalui komunikasi, keteladanan, dan kerja bersama seluruh elemen,” tutupnya.

(Hm.pd/red)

×
Berita Terbaru Update