![]() |
| Pemimpin Redaksi media momenpembaruan.com berdiri disebelah Ketua Umum PWI Akhmad Munir di rangkaian acara HPN 2026, di Kota Serang, Provinsi Banten. |
Serang, MP----- Peringatan Hari Pers Nasional (HPN) 2026 di Provinsi Banten menjadi momentum refleksi sekaligus peneguhan peran pers di tengah derasnya arus digitalisasi. Dari lokasi pelaksanaan HPN 2026, Pemimpin Redaksi momenpembaruan.com, Darmen Rajo Alam, menyampaikan ucapan selamat sekaligus pesan tegas kepada seluruh insan pers di Indonesia.
“Selamat Hari Pers Nasional 2026. HPN bukan sekadar perayaan seremonial, tetapi ruang refleksi bagi jurnalis untuk kembali meneguhkan jati diri pers sebagai pilar keempat demokrasi,” ujar Darmen di sela-sela kegiatan HPN di Banten.
![]() |
| Foto bersama rekan jurnalis dari Sumatera Barat di acara puncak HPN tahun 2026 di provinsi Banten. |
Menurutnya, pelaksanaan HPN 2026 di Banten meninggalkan kesan mendalam. Tidak hanya meriah dan inklusif, tetapi juga sarat dengan pesan kebangsaan dan tanggung jawab profesi. Ia menilai, HPN tahun ini berhasil menghadirkan semangat kebersamaan lintas daerah, sekaligus menguatkan kesadaran kolektif bahwa tantangan pers ke depan semakin kompleks.
“Pergelaran HPN 2026 ini sangat terasa ruh kebersamaan dan semangat menjaga marwah pers. Banten memberikan ruang yang baik bagi insan pers untuk berdialog, berjejaring, dan memperkuat komitmen profesional,” katanya.
Darmen menegaskan, di era digital saat ini, jurnalis dituntut untuk tidak hanya cepat, tetapi juga akurat, berimbang, dan bertanggung jawab. Digitalisasi, menurutnya, adalah keniscayaan yang harus dihadapi dengan peningkatan kapasitas dan integritas.
“Jurnalis harus siap dengan perkembangan teknologi digital. Kecepatan tidak boleh mengalahkan kebenaran. Pers harus tetap berpegang teguh pada Kode Etik Jurnalistik dan Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers,” tegasnya.
Ia juga menyoroti maraknya penyebaran hoaks dan disinformasi di ruang digital. Dalam kondisi tersebut, pers memiliki peran strategis sebagai penjernih informasi dan rujukan publik yang dapat dipercaya.
“Di tengah banjir informasi dan hoaks, jurnalis harus hadir sebagai penjaga akal sehat publik. Berita yang disajikan harus diverifikasi, akurat, dan berimbang, agar pers tetap menjadi benteng demokrasi, bukan bagian dari persoalan,” ujarnya.
Menutup pernyataannya, Darmen berharap HPN 2026 menjadi titik tolak kemajuan pers Indonesia. Ia mengajak seluruh jurnalis untuk terus meningkatkan kualitas, profesionalisme, dan keberpihakan pada kepentingan publik.
“Harapan saya, jurnalis yang merayakan HPN tahun ini semakin maju, berkualitas, dan bermutu. Pers harus adaptif terhadap perubahan, namun tidak kehilangan nilai dan idealisme. Inilah tuntutan zaman sekaligus amanat profesi,” pungkasnya.
(Red/mp)


