![]() |
| Foto bersama pengurus KJI Sulsel, jajaran nasional, dan unsur Forkopimda usai prosesi pelantikan. |
Sidrap, MP----- Kepengurusan Kolaborasi Jurnalis Indonesia Sulawesi Selatan (KJI Sulsel) masa bakti 2026–2031 resmi dilantik dalam suasana khidmat di kawasan wisata Puncak Bila, Kabupaten Sidrap, Sabtu (14/2). Pelantikan ini menjadi momentum penguatan komitmen insan pers untuk tetap berdiri di garda depan menjaga kualitas informasi di tengah derasnya arus digital.
Edi Basri didaulat menakhodai KJI Sulsel untuk lima tahun ke depan. Ia bersama jajaran pengurus baru mengucapkan sumpah dan janji jabatan sebagai bentuk tanggung jawab moral dan profesional dalam mengemban amanah organisasi.
Prosesi pelantikan turut dihadiri Ketua Umum DPP KJI Andarizal, jajaran pengurus nasional, unsur Forkopimda Sulawesi Selatan dan Kabupaten Sidrap, tokoh pers, hingga jurnalis senior. Kehadiran para pemangku kepentingan ini menegaskan pentingnya sinergi antara pers dan pemerintah dalam membangun ruang informasi yang sehat.
Dalam sambutannya, Andarizal menekankan bahwa KJI bukanlah organisasi yang eksklusif, melainkan wadah perjuangan bersama bagi masyarakat. Ia mengingatkan bahwa pelantikan bukan sekadar seremoni, melainkan ikrar untuk menghadirkan pers yang berpihak pada kepentingan publik.
“KJI harus menjadi jembatan informasi yang kokoh, bukan menara gading. Di tengah tsunami informasi dan maraknya hoaks, kolaborasi adalah kunci untuk menjaga profesionalisme,” ujarnya.
Ia juga menitipkan tiga pesan utama kepada pengurus yang baru dilantik: mencerdaskan masyarakat, menyuarakan kebenaran, dan menjaga etika jurnalistik. Menurutnya, identitas pers yang disandang setiap anggota adalah amanah besar yang harus dijaga dengan integritas.
Pengucapan sumpah dipimpin langsung oleh Edi Basri, dengan empat komitmen utama, di antaranya menjalankan tugas secara bertanggung jawab, patuh terhadap AD/ART organisasi, serta menjunjung tinggi Kode Etik Jurnalistik. Komitmen tersebut menjadi fondasi bagi KJI Sulsel dalam memperkuat peran pers sebagai pilar demokrasi.
Pelantikan ini diharapkan menjadi titik awal gerak cepat KJI Sulsel untuk menghadirkan program-program inovatif, memperluas kolaborasi, serta memperjuangkan kemerdekaan pers di Sulawesi Selatan. Di tengah dinamika zaman, para jurnalis diharapkan tidak hanya menjadi penyampai berita, tetapi juga penjaga nurani publik.
(Red)
