-->

Notification

×

Iklan

Iklan Display

Mendagri Tito Karnavian Tinjau Banjir Aceh Tamiang, Praja IPDN Percepat Pemulihan

Minggu, 22 Februari 2026 | Februari 22, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-02-22T05:29:35Z
Mendagri berdialog dengan warga terkait kebutuhan air bersih dan percepatan pemulihan.

Aceh Tamiang, MP----- Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian yang juga menjabat sebagai Ketua Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Wilayah Sumatera, turun langsung meninjau lokasi terdampak banjir di Dusun Damai, Desa Bundar, Kabupaten Aceh Tamiang, Kamis (19/2/2026). Kunjungan tersebut dilakukan untuk memastikan proses pembersihan dan pemulihan pascabencana berjalan cepat serta pelayanan publik segera kembali normal.

Mendagri Tito Karnavian meninjau langsung lokasi banjir di Dusun Damai, Desa Bundar, Aceh Tamiang.

Dalam peninjauan itu, Tito menyaksikan langsung para praja Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) yang diterjunkan oleh Kementerian Dalam Negeri membersihkan lumpur di permukiman warga hingga lorong-lorong gang. Sebelumnya, gelombang praja IPDN telah berhasil membersihkan lumpur di kompleks perkantoran Pemerintah Kabupaten Aceh Tamiang yang sempat lumpuh akibat terendam banjir.

“Kita ingin memastikan masyarakat bisa segera kembali beraktivitas dan pelayanan publik berjalan normal. Karena itu, saya kerahkan praja IPDN untuk membantu percepatan pembersihan, baik di kantor pemerintahan maupun di rumah - rumah warga,” ujar Tito di sela kunjungannya.

Kabupaten Aceh Tamiang menjadi salah satu wilayah yang terdampak cukup parah. Lumpur tebal tidak hanya menutup permukiman, tetapi juga memenuhi kompleks kantor pemerintahan sehingga aktivitas administrasi dan pelayanan masyarakat sempat terhenti. Kondisi tersebut, menurut Tito, tidak boleh dibiarkan berlarut - larut karena menyangkut kebutuhan dasar dan kepentingan publik.

Selain meninjau progres pembersihan, Mendagri juga berdialog langsung dengan warga dan para praja IPDN untuk menyerap aspirasi. Salah satu kebutuhan mendesak yang disampaikan masyarakat adalah ketersediaan air bersih serta percepatan pemulihan fasilitas umum.

“Masyarakat perlu kita bantu sepenuhnya. Tidak hanya membersihkan sisa lumpur, tetapi juga memastikan kebutuhan dasar seperti air bersih terpenuhi. Pemerintah pusat dan daerah harus solid agar pemulihan berjalan menyeluruh,” tegasnya.

Berkat kerja gotong royong praja IPDN bersama pemerintah daerah dan unsur terkait, sejumlah dusun yang sebelumnya tertutup lumpur kini mulai bersih dan dapat kembali dihuni dengan lebih layak. Pemerintah menargetkan proses rehabilitasi dan rekonstruksi di Aceh Tamiang dapat berjalan cepat agar roda pemerintahan serta aktivitas sosial - ekonomi masyarakat segera pulih sepenuhnya.

(Tm/Red)

×
Berita Terbaru Update