-->

Notification

×

Iklan

Iklan Display

Menteri PU Tinjau Bendungan Batang Kuranji dan Percepat Penyediaan Air Bersih

Minggu, 01 Februari 2026 | Februari 01, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-02-01T12:44:28Z
Menteri PU Dody Hanggodo berdialog dengan jajaran pemerintah daerah saat kunjungan ke Bendungan Batang Kuranji, membahas percepatan rehab rekon dan penyediaan air bersih.

Padang, MP----- Pemerintah pusat menegaskan keseriusannya dalam memulihkan daerah terdampak bencana di Kota Padang. Hal itu ditandai dengan kunjungan kerja Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo ke Bendungan Batang Kuranji, Kecamatan Pauh, Jumat (30/1/2026) siang.

Pemulihan aliran air ke Bendungan Batang Kuranji terus dilakukan guna mengembalikan fungsi irigasi dan pengendalian banjir.

Kunjungan tersebut menjadi bagian dari pendampingan langsung program rehabilitasi dan rekonstruksi (rehab rekon) pascabencana yang tengah disiapkan pemerintah pusat. Menteri PU memastikan bahwa meskipun proses administrasi anggaran masih berjalan, pekerjaan fisik di lapangan tidak akan dihentikan.

Menurut Dody, pemerintah telah menyiapkan anggaran rehab rekon dengan nilai sekitar Rp2 hingga Rp2,4 triliun yang saat ini sedang diproses di Bappenas dan Kementerian Keuangan. Ia menegaskan, percepatan pemulihan menjadi prioritas nasional sesuai arahan Presiden Republik Indonesia.

“Prinsipnya, daerah terdampak bencana tidak boleh menunggu terlalu lama. Pekerjaan tetap kita jalankan agar masyarakat segera merasakan manfaatnya, sambil proses administrasi APBN diselesaikan,” ujar Dody di lokasi.

Selain penanganan infrastruktur bendungan dan irigasi, Kementerian PU juga memberi perhatian khusus pada pemenuhan kebutuhan air bersih warga. Salah satu langkah yang disiapkan adalah pembangunan sumur bor di berbagai titik strategis.

Dari rencana total 212 titik sumur bor, tahap awal akan direalisasikan sebanyak 53 titik. Lokasi prioritas difokuskan pada kawasan permukiman padat penduduk, serta fasilitas umum seperti masjid dan musala.

“Kami siap mendukung penuh. Data dari pemerintah daerah menjadi kunci. Selama ini kebutuhan air bersih juga kita bantu melalui mobil tangki dan dukungan PDAM,” tambahnya.

Wali Kota Padang Fadly Amran yang turut mendampingi kunjungan tersebut menegaskan bahwa percepatan pembangunan irigasi dan sumur bor sangat dibutuhkan masyarakat, terutama menjelang Ramadan dan di tengah musim tanam.

“Sumur bor ini tidak hanya membantu kebutuhan rumah tangga, tapi juga pertanian. Selain itu, keberadaannya dapat mengurangi beban PDAM yang saat ini over capacity,” jelas Fadly.

Ia mengungkapkan, Pemko Padang telah mengusulkan sekitar 200 titik sumur bor dan akan terus menambah usulan baru dengan memanfaatkan lahan masjid dan musala sebagai pusat distribusi air bersih bagi warga sekitar.

(*)

×
Berita Terbaru Update