-->

Notification

×

Iklan

Iklan Display

Mudik Lebaran 2026, Sumbar Terapkan One Way Terbatas Hadapi Lonjakan dan Jalur Belum Pulih

Jumat, 27 Februari 2026 | Februari 27, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-02-27T09:38:55Z
Suasana Rakor lintas sektor antara Pemprov Sumbar dan Kementerian Perhubungan dalam mematangkan strategi pengamanan arus mudik 2026.

Padang, MP----- Arus mudik Lebaran 2026 di Sumatera Barat diprediksi mengalami peningkatan signifikan. Namun di saat bersamaan, sejumlah jalur strategis belum sepenuhnya pulih akibat dampak bencana akhir 2025. Kondisi ini membuat Pemerintah Provinsi Sumbar bergerak cepat mematangkan skema pengamanan dan rekayasa lalu lintas bersama pemerintah pusat.

Langkah tersebut dibahas dalam Rapat Koordinasi Angkutan Lebaran yang dihadiri langsung oleh Menteri Perhubungan RI, Dudy Purwagandhi, di Auditorium Gubernuran Sumbar, Kamis (26/2/2026).

Dalam arahannya, Dudy menekankan bahwa penyelenggaraan angkutan Lebaran tidak boleh hanya berorientasi pada kelancaran arus kendaraan, tetapi juga harus mengedepankan aspek keselamatan dan keterlayanan masyarakat.

“Kita ingin masyarakat tetap bisa mudik dengan aman dan nyaman. Koordinasi dan kolaborasi lintas sektor menjadi kunci. Jangan sampai kelancaran mengabaikan faktor keselamatan,” tegasnya.

Sementara itu, Gubernur Sumbar, Mahyeldi Ansharullah, mengakui tantangan tahun ini jauh lebih kompleks. Selain potensi lonjakan jumlah pemudik, kapasitas jalur alternatif masih terbatas.

Jalur Lembah Anai yang masih dalam tahap konstruksi belum optimal menampung volume kendaraan. Ruas Sicincin - Malalak yang semula diharapkan menjadi jalur penyangga juga belum dapat difungsikan karena mengalami kerusakan akibat bencana. Akibatnya, beban kendaraan diperkirakan akan terkonsentrasi pada koridor utama Padang - Bukittinggi.

“Artinya ruang manuver kita dalam pengaturan lalu lintas menjadi lebih terbatas. Karena itu, langkah antisipatif harus disiapkan lebih awal, lebih terukur, dan berbasis kondisi riil di lapangan,” ujar Mahyeldi.

Ia menambahkan, tekanan arus kendaraan tidak hanya terjadi pada puncak mudik, tetapi berlanjut selama masa libur Lebaran. Lonjakan perjalanan diperkirakan terjadi pada H+1 hingga H+5, seiring tingginya mobilisasi masyarakat untuk bersilaturahmi dan berwisata.

Dengan kondisi geografis Sumbar yang didominasi tanjakan curam, tikungan tajam, serta lereng rawan longsor, pengamanan ekstra dinilai mutlak diperlukan.

Sebagai langkah konkret, Pemprov Sumbar menyiapkan skema Manajemen dan Rekayasa Lalu Lintas berupa sistem satu arah (one way) pada jam tertentu. Untuk arah Padang - Bukittinggi akan diberlakukan pukul 10.00 - 14.00 WIB, sedangkan arah Bukittinggi - Padang pada pukul 14.00 - 18.00 WIB.

“Kebijakan ini lahir dari evaluasi menyeluruh. Prinsipnya jelas, keselamatan adalah prioritas, kelancaran mengikuti,” tegas Mahyeldi.

Ia juga menyampaikan apresiasi atas dukungan pemerintah pusat dan Kementerian Perhubungan dalam memastikan kesiapan angkutan Lebaran 2026 di Sumbar.

Rakor tersebut turut dihadiri jajaran Dirjen dan Deputi Kementerian Perhubungan RI, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setdaprov Sumbar, serta kepala OPD terkait di lingkungan Pemprov Sumbar.

(Red)

×
Berita Terbaru Update