![]() |
| Suasana Musrenbang Kelurahan Koto Panjang, Kecamatan Padang Panjang Timur, saat warga menyampaikan aspirasi pembangunan di hadapan OPD terkait. |
Padang Panjang, MP----- Sebanyak 12 usulan prioritas dibahas dalam Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Kelurahan Koto Panjang, Kecamatan Padang Panjang Timur (PPT), Selasa (3/2/2026). Usulan tersebut meliputi delapan program fisik, dua program ekonomi, dan dua program sosial yang dinilai strategis untuk mendukung pembangunan berbasis kebutuhan warga.
Musrenbang dibuka oleh Kepala Bappeda Kota Padang Panjang, Putra Dewangga, didampingi Camat Padang Panjang Timur, Wira Jaya Septikha, serta Lurah Koto Panjang, Kristian. Kegiatan ini dihadiri Babinsa, Bhabinkamtibmas, perwakilan OPD terkait, serta utusan dari masing-masing RT dan unsur masyarakat lainnya.
Pada sektor ekonomi, salah satu usulan utama adalah pelatihan kelompok tani pertanian organik yang disertai bantuan modal berupa pupuk kompos dan bibit. Program ini diharapkan mampu meningkatkan produktivitas pertanian sekaligus memperkuat ketahanan ekonomi masyarakat berbasis potensi lokal.
Sementara di sektor infrastruktur, warga menyoroti kebutuhan mendesak perbaikan dan rehabilitasi jaringan irigasi Rao-rao dan Labuh Baranak sisi kanan. Infrastruktur irigasi tersebut dinilai krusial untuk menunjang aktivitas pertanian dan mencegah kerusakan lahan pertanian warga.
Adapun di bidang sosial, peningkatan kapasitas kader Posyandu serta penyelenggaraan event olahraga tahunan bola voli menjadi perhatian utama. Kedua usulan tersebut diarahkan untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat sekaligus memperkuat kebersamaan dan solidaritas sosial di lingkungan kelurahan.
Mewakili Wali Kota Padang Panjang, Kepala Bappeda Putra Dewangga menegaskan bahwa Musrenbang merupakan forum strategis dalam menyelaraskan aspirasi masyarakat dengan arah kebijakan pembangunan daerah.
“Setiap usulan yang disampaikan menjadi bahan penting dalam penyusunan program pembangunan. Kami berharap usulan yang benar-benar prioritas dan berdampak langsung bagi masyarakat dapat ditindaklanjuti oleh OPD terkait,” ujarnya.
Putra juga menekankan pentingnya partisipasi aktif masyarakat agar perencanaan pembangunan berjalan tepat sasaran, efektif, dan berkelanjutan.
Sementara itu, Lurah Koto Panjang, Kristian, menyampaikan bahwa Musrenbang bertujuan menetapkan program prioritas sekaligus membuka ruang partisipasi seluas-luasnya bagi masyarakat.
“Koto Panjang memiliki 20 RT tipe A dengan pagu anggaran Rp600 juta. Dari hasil rembuk warga, terhimpun 12 usulan utama yang diharapkan dapat direalisasikan secara bertahap,” jelasnya.
Camat Padang Panjang Timur, Wira Jaya Septikha, mengapresiasi antusiasme dan partisipasi aktif peserta Musrenbang dalam menyampaikan aspirasi pembangunan.
“Musrenbang ini diharapkan mampu mendorong terwujudnya Kota Padang Panjang yang maju, sejahtera, dan bermarwah. Seluruh usulan akan dikaji dengan mengutamakan program yang paling mendesak dan berdampak langsung bagi masyarakat,” tuturnya.
Melalui Musrenbang ini, Pemerintah Kota Padang Panjang berharap sinergi antara masyarakat dan pemerintah semakin kuat dalam mewujudkan pembangunan yang inklusif dan berorientasi pada kebutuhan riil warga.
(HM.pj)
