-->

Notification

×

Iklan

Iklan Display

Prabowo Perintahkan Uji Coba Teknologi Sampah Mikro Tahun Ini

Kamis, 12 Februari 2026 | Februari 12, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-02-12T04:48:24Z
Mendiktisaintek Brian Yuliarto memberikan keterangan pers usai rapat terbatas terkait pengembangan inovasi pengolahan sampah berbasis kampus.

Jakarta, MP----- Presiden Prabowo Subianto memerintahkan percepatan pengembangan teknologi pengolahan sampah skala mikro untuk diterapkan di tingkat kelurahan dan desa. Uji coba program tersebut ditargetkan dimulai tahun ini di sejumlah kota.

Arahan itu disampaikan Presiden saat memimpin rapat terbatas bersama jajaran menteri Kabinet Merah Putih di Istana Merdeka, Jakarta, Rabu (11/2/2026). Fokus rapat adalah memperkuat strategi penanganan sampah berbasis inovasi teknologi yang aplikatif dan berdampak langsung di tingkat lokal.

Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek) Brian Yuliarto menjelaskan, Presiden menekankan pentingnya akselerasi inovasi dari perguruan tinggi untuk mendukung program nasional pengelolaan sampah.

“Presiden meminta agar inovasi dari kampus-kampus dipercepat implementasinya, khususnya untuk teknologi pengolahan sampah skala mikro yang bisa diterapkan di level kelurahan atau desa,” ujar Brian.

Teknologi yang dikembangkan ini dirancang mampu menangani sampah sekitar 10 ton per hari. Skema ini diproyeksikan menjadi solusi cepat untuk mengurangi beban tempat pembuangan akhir (TPA) sekaligus mendorong pengelolaan sampah berbasis komunitas.

Berbeda dengan program Waste to Energy (WtE) yang berorientasi pada produksi listrik, teknologi mikro ini difokuskan pada pengolahan sampah menjadi material turunan bernilai guna. Salah satu contohnya adalah pemanfaatan hasil olahan sebagai bahan campuran semen untuk pembangunan infrastruktur seperti trotoar.

Implementasi program akan dilakukan secara terintegrasi dengan Danantara serta berkoordinasi dengan Kementerian Lingkungan Hidup. Koordinasi lintas sektor ini dimaksudkan untuk memastikan standar teknologi terpenuhi dan tidak menimbulkan dampak negatif bagi lingkungan.

Pemerintah berharap model pengolahan sampah skala mikro ini dapat menjadi solusi konkret di tengah meningkatnya volume sampah perkotaan, sekaligus membuka peluang hilirisasi riset kampus menjadi produk nyata yang bermanfaat bagi masyarakat.

Jika uji coba berjalan sesuai rencana, skema ini akan diperluas secara bertahap ke berbagai daerah sebagai bagian dari strategi nasional penanganan sampah yang lebih sistematis, terukur, dan berkelanjutan.

(JKT/red)

×
Berita Terbaru Update