-->

Notification

×

Iklan

Iklan Display

Tradisi Bersih Kuburan Keluarga Amak Nursiah di Pandam Kuburan Jirek Jelang Ramadan

Minggu, 15 Februari 2026 | Februari 15, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-02-15T04:22:05Z
Keluarga besar Amak Nursiah bersama anggota lainnya membersihkan pusara orang tua mereka di Pandam Kuburan Jirek, Seberang Padang, Minggu (15/2/2026).

Padang, MP----- Suasana di Pandam Kuburan Jirek, Seberang Padang, Kecamatan Padang Selatan, Kota Padang, Minggu (15/2/2026), terlihat lebih ramai dari biasanya. Rimbun pepohonan dan deretan nisan di area pemakaman itu menjadi saksi bisu hadirnya keluarga besar Amak Nursiah. Anak, menantu, serta cucu turun tangan membersihkan pusara almarhum dan almarhumah orang tua mereka yang telah lebih dulu berpulang.

Ari bersama keluarga besarnya duduk santai dan berbincang hangat usai membersihkan pusara orang tua di Pandam Kuburan Jirek, Seberang Padang, Minggu (15/2/2026), mempererat silaturahmi jelang Ramadan.

Kegiatan bersih kuburan ini sudah menjadi tradisi turun-temurun keluarga Amak Nursiah, terutama di ranah Minang menjelang bulan suci Ramadan. Tak hanya anggota keluarga mereka, kawasan Pandam Kuburan Jirek juga dipenuhi warga lain yang melakukan tradisi serupa, menyapu dedaunan kering, merapikan rumput liar, hingga memperbaiki nisan yang retak.

Sejak pagi, satu per satu anggota keluarga bergantian bekerja dengan sapu lidi, ember, dan kain lap, sambil sesekali membaca doa dengan khusyuk. Terlihat pula anak-anak kecil yang ikut membantu, berbaur bersama sanak keluarga, memberi nuansa hangat dan penuh arti di tengah suasana pemakaman.

Ari, yang tengah membersihkan kuburan neneknya bersama sang keponakan, menyampaikan makna dalam dari tradisi ini.

“Setiap kali bersih kuburan seperti ini, saya teringat pesan-pesan nenek dulu. Saya ajak keponakan supaya ia juga tahu dan ingat pada leluhurnya. Ini bukan hanya soal merapikan makam, tapi tentang menjaga ingatan dan rasa hormat,” ucapnya penuh haru.

Di sisi lain, Yasril Nico dengan telaten merapikan pusara kedua orang tuanya. Baginya, momen di Pandam Kuburan Jirek adalah waktu paling personal untuk merenungi jasa orang tua.

“Ini cara sederhana saya berbakti. Walaupun mereka sudah tidak ada, doa anak tetap sampai. Setiap menjelang Ramadan, saya merasa wajib datang, membersihkan dan mendoakan,” katanya sambil menyapu tanah di sekitar nisan kedua orang tuanya.

Sementara itu, Dani, yang tengah fokus pada makam sang ayah, menyatakan bahwa tradisi ini mengingatkannya akan tanggung jawab sebagai anak.

“Dulu ayah selalu mengajarkan pentingnya menghormati orang tua. Sekarang giliran kami menjaga makamnya. Ini bagian dari bakti yang tidak boleh putus,” ujar Dani dengan suara tenang.

Tek Nomi menegaskan bahwa kegiatan bersih kuburan ini memang sudah rutin dilakukan keluarga setiap memasuki bulan suci Ramadan.

“Ini sudah jadi kebiasaan turun-temurun di keluarga kami. Menjelang Ramadan, kami bersihkan kuburan, kirim doa, lalu berkumpul bersama. Tradisi ini yang menjaga kami tetap dekat sebagai keluarga,” ujarnya.

Enek pun berbicara dengan bahasa yang tajam namun penuh makna mengenai nilai tradisi tersebut.

“Datang ke kuburan bukan sekadar bersihin tanah atau rumput. Kita diingatkan bahwa hidup ini sementara. Ramadan adalah bulan penyucian, bukan hanya untuk diri sendiri tetapi juga untuk hubungan kita dengan mereka yang sudah pergi. Tradisi ini membuat kita tak melupakan asal-usul dan nilai penghormatan dalam keluarga.”

Di Pandam Kuburan Jirek, bukan hanya keluarga Amak Nursiah yang melakukan tradisi ini. Banyak keluarga lain di Kota Padang juga tampak berkumpul, membersihkan pusara sanak-saudaranya. Pemandangan itu menggambarkan kuatnya nilai kekeluargaan yang tetap hidup di tengah masyarakat Minang.

Kegiatan bersih kuburan bukan sekadar ritual, tetapi juga ruang sunyi untuk mengenang, mendoakan, dan merekatkan kembali tali kasih keluarga yang mungkin sempat renggang karena kesibukan. Di antara doa yang dipanjatkan, tersirat harapan agar keluarga yang ditinggalkan selalu diberi kesehatan, kesabaran, dan kesempatan untuk kembali berkumpul dalam kebersamaan.

(Rajo Alam)

×
Berita Terbaru Update