![]() |
| Wali Kota Hendri Arnis menegaskan pentingnya transparansi dan prioritas pembangunan dalam Musrenbang PPB. |
Padang Panjang, MP----- Wali Kota Padang Panjang, Hendri Arnis, menegaskan bahwa perencanaan pembangunan harus dilakukan secara terbuka, terukur, dan melibatkan seluruh unsur masyarakat. Penegasan itu disampaikannya saat membuka Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang) Kecamatan Padang Panjang Barat (PPB), Rabu (11/2/2025).
![]() |
| Suasana Musrenbang Kecamatan Padang Panjang Barat yang berlangsung penuh partisipasi dan dialog terbuka. |
Musrenbang tersebut turut dihadiri Wakil Wali Kota Allex Saputra, Asisten II Indra Gusnady, kepala OPD terkait, camat, lurah se-Kecamatan PPB, serta unsur lembaga kemasyarakatan.
Dalam arahannya, Hendri menyebut Musrenbang sebagai ruang strategis untuk menyinkronkan aspirasi warga dengan kebijakan pembangunan kota. Ia meminta seluruh usulan benar-benar lahir dari kebutuhan riil masyarakat, dimulai dari tingkat RT dan kelurahan.
“Kita benahi dari bawah. Semua usulan harus disampaikan secara transparan agar masyarakat bisa menilai mana yang prioritas dan mana yang bisa menunggu. Lurah tentu paling memahami kondisi wilayahnya, maka sinergi itu penting,” tegasnya.
Ia juga mengingatkan agar setiap program yang diajukan selaras dengan tema dan prioritas pembangunan Kota Padang Panjang menuju 2027. Menurutnya, persoalan infrastruktur dasar dan pengelolaan sampah tidak boleh lagi menjadi pekerjaan rumah yang berlarut-larut.
“Penyelesaian infrastruktur dan penanganan sampah harus tuntas hingga ke kelurahan. Selain itu, kita serius menekan angka kemiskinan. Target kita jelas, zero kemiskinan ekstrem dan zero stunting pada 2026. Ini butuh komitmen dan pengawalan bersama,” ujarnya.
Tak hanya itu, Hendri juga mendorong optimalisasi lahan kosong milik masyarakat agar dimanfaatkan secara produktif, baik untuk tanaman pangan maupun komoditas bernilai ekonomi, guna memperkuat ketahanan keluarga.
Ia turut menekankan pentingnya kesiapsiagaan menghadapi bencana serta percepatan pemulihan pascabencana agar pembangunan benar-benar memberikan dampak langsung bagi warga.
“Tahun 2027 menjadi momentum penting bagi Padang Panjang. Karena itu, perencanaan harus matang sejak sekarang. Saya yakin dengan kebersamaan dan keterbukaan, kita bisa membawa kota ini lebih maju dan berdaya saing,” pungkasnya.
(PJ.hm)

