![]() |
| Imam Awal Fajri memimpin pelaksanaan Sholat Idul Fitri 1447 H di Surau Ass’adah. |
Padang, MP----- Suasana khidmat menyelimuti pelaksanaan Sholat Idul Fitri 1447 Hijriah di Surau Ass’adah, Kelurahan Parak Laweh Pulau Aia Nan XX, Kecamatan Lubuk Begalung, Jumat (20/3/2026). Surau yang dikenal sebagai musholla lamo-tuo (tua bersejarah) ini kembali menjadi pusat ibadah sekaligus simbol kebersamaan masyarakat setempat.
![]() |
| Jamaah Surau Ass’adah antusias mengikuti pengumpulan infaq dan shadaqah untuk pembangunan dan kegiatan sosial. |
Pengurus Surau Ass’adah, Muhkrikwan, dalam sambutan pembuka menyampaikan bahwa surau tersebut memiliki sejarah panjang sebagai tempat ibadah dan pendidikan mengaji bagi generasi masyarakat Parak Laweh. Hingga kini, keberadaannya tetap terjaga berkat kekompakan pengurus, jamaah, dan dukungan warga sekitar.
![]() |
| Suasana khidmat jamaah yang akan melaksanakan Sholat Idul Fitri 1447 H di Surau Ass’adah, Parak Laweh. |
“Surau Ass’adah bukan sekadar tempat ibadah, tetapi juga menjadi pusat pembinaan keagamaan yang telah diwariskan turun - temurun,” ujarnya.
Seperti tradisi sebelumnya, menjelang pelaksanaan sholat Idul Fitri, pengurus juga menyampaikan laporan perkembangan surau serta program pembangunan berkelanjutan. Pengumpulan infaq dan shadaqah dari jamaah turut dilakukan sebelum khatib naik mimbar. Dana tersebut akan dimanfaatkan untuk pembangunan musholla, santunan anak yatim, kegiatan TPA, serta berbagai aktivitas keagamaan lainnya.
Pelaksanaan Sholat Idul Fitri tahun ini dipimpin oleh imam Awal Fajri, yang dalam khutbahnya mengajak umat Islam menjadikan momentum Idul Fitri sebagai refleksi spiritual setelah sebulan penuh menjalankan ibadah puasa Ramadan.
Ia menekankan bahwa kemenangan sejati bukan hanya merayakan hari raya, tetapi juga bagaimana menjaga ketakwaan setelah Ramadan. Umat Islam diingatkan untuk terus meningkatkan ibadah, memperbanyak shalawat kepada Nabi Muhammad SAW, serta menjauhi perbuatan yang dapat menjerumuskan ke dalam dosa.
Dalam khutbahnya, ia juga menguraikan empat karakter utama yang dicintai Allah SWT. Pertama, memiliki rasa takut kepada Allah dengan tidak meninggalkan sholat lima waktu. Kedua, mengamalkan nilai-nilai Al-Qur’an dalam kehidupan sehari - hari, termasuk dalam profesi dan aktivitas ekonomi. Ketiga, memiliki rasa cukup terhadap rezeki yang diperoleh secara halal. Dan keempat, senantiasa mempersiapkan diri menghadapi kehidupan akhirat.
“Setiap manusia pasti akan kembali kepada Allah SWT. Maka, orang yang bertakwa adalah mereka yang mempersiapkan bekal untuk kehidupan setelah dunia,” pesannya.
Pelaksanaan Idul Fitri di Surau Ass’adah tidak hanya menjadi momentum ibadah, tetapi juga memperkuat nilai kebersamaan, kepedulian sosial, serta semangat melestarikan warisan keagamaan di tengah masyarakat.
(Rj.Alam/red)


