![]() |
| Pendiri Utama FDSB, Nof Hendra, menegaskan pentingnya persatuan dan kebersamaan urang awak menjelang MUBES FDSB 2026. |
Padang MP----- Menjelang pelaksanaan Musyawarah Besar (MUBES) Forum Dinamika Sumatera Barat (FDSB) 2026, ajakan untuk memperkuat persatuan dan konsolidasi masyarakat Minangkabau terus mengemuka. Forum yang dijadwalkan berlangsung di Kota Padang pada 12 September 2026 itu dipandang sebagai momentum strategis untuk menghimpun gagasan serta mempererat hubungan antara masyarakat Sumatera Barat di kampung halaman dan perantauan.
Pendiri Utama FDSB, Nof Hendra, mengajak seluruh urang awak untuk memberikan dukungan moral dan doa demi kelancaran penyelenggaraan MUBES. Menurutnya, forum tersebut tidak hanya menjadi agenda organisasi, tetapi juga ruang bersama untuk membangun komitmen kolektif dalam mendorong kemajuan Sumatera Barat.
“MUBES ini harus menjadi momentum memperkuat kebersamaan. Urang awak perlu menjaga kekompakan, mempererat persatuan, serta mengedepankan pemikiran yang cerdas dan kritis dalam menyikapi berbagai persoalan,” ujar Nof Hendra, Sabtu (30/5/2026).
Ia menilai, setiap proses konsolidasi sosial dan organisasi kerap diwarnai beragam pandangan, termasuk kritik maupun keraguan. Namun demikian, menurutnya, hal tersebut tidak boleh mengganggu semangat membangun kebersamaan yang menjadi tujuan utama FDSB.
Nof Hendra juga menyoroti munculnya berbagai isu negatif yang beredar menjelang pelaksanaan MUBES. Ia mengajak masyarakat untuk tetap fokus pada substansi kegiatan dan tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang berpotensi memecah belah.
Salah satu program yang menjadi perhatian adalah gerakan donasi Rp5.000 per orang yang digagas untuk mendukung penyelenggaraan MUBES FDSB 2026. Program tersebut, menurutnya, merupakan bentuk partisipasi gotong royong masyarakat yang selama ini menjadi salah satu kekuatan budaya Minangkabau.
“Semangat kebersamaan dan gotong royong adalah modal sosial yang besar bagi urang awak. Dukungan sekecil apa pun memiliki arti penting apabila dilakukan secara bersama-sama,” katanya.
Pandangan serupa disampaikan pengacara muda Minang yang berdomisili di Depok, Jawa Barat, Andhika Yudha Perwira, S.H. Ia menekankan bahwa persatuan masyarakat Minangkabau menjadi faktor penting dalam mendorong pembangunan daerah di berbagai sektor.
Menurut Andhika, tantangan pembangunan yang dihadapi Sumatera Barat membutuhkan kolaborasi seluruh elemen masyarakat, baik yang berada di ranah maupun di rantau. Karena itu, ruang dialog dan konsolidasi seperti MUBES dinilai penting untuk mempertemukan berbagai gagasan dan kepentingan dalam satu visi yang sama.
“Tanpa persatuan dan kesatuan, akan sulit bagi kita membangun Sumatera Barat secara optimal. Karena itu, semangat merangkul dan membuka ruang komunikasi harus terus dijaga,” ujarnya.
Ia menambahkan, perbedaan pandangan dalam organisasi maupun kehidupan bermasyarakat merupakan hal yang wajar. Namun, perbedaan tersebut seharusnya menjadi kekuatan untuk memperkaya pemikiran, bukan menjadi sumber perpecahan.
MUBES FDSB 2026 diharapkan menjadi forum strategis yang tidak hanya menghasilkan keputusan organisasi, tetapi juga melahirkan gagasan-gagasan konstruktif bagi masa depan Sumatera Barat. Selain itu, kegiatan ini diharapkan mampu memperkuat jaringan silaturahmi antarurang awak serta membangun sinergi yang lebih erat antara masyarakat di kampung halaman dan perantauan.
Dengan semangat kebersamaan yang menjadi ciri khas budaya Minangkabau, FDSB mengajak seluruh elemen masyarakat untuk berpartisipasi aktif menyukseskan MUBES 2026 sebagai bagian dari upaya bersama mewujudkan Sumatera Barat yang lebih maju, inklusif, dan berdaya saing.
(Red/Nh)
