-->

Notification

×

Iklan

Iklan Display

Kapolri Instruksikan Panic Button untuk Ojol, Perlindungan “Pejuang Jalanan” Diperkuat

Kamis, 12 Maret 2026 | Maret 12, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-03-11T22:09:01Z
Kapolri menegaskan komitmen Polri untuk melindungi para pengemudi ojek online dari ancaman kejahatan jalanan melalui pengembangan fitur aplikasi panic button yang terintegrasi dengan kepolisian.

Palembang, MP----- Kepolisian Republik Indonesia terus memperkuat perlindungan bagi para pengemudi ojek online (ojol) yang setiap hari berjibaku di jalanan. Tingginya mobilitas para “pejuang jalanan” ini kerap membuat mereka rentan menjadi korban kejahatan, seperti pencurian dengan kekerasan (curas) atau begal.

Kapolri Listyo Sigit Prabowo memakaikan jaket kepada salah seorang pengemudi ojek online sebagai simbol dukungan dan perhatian Polri terhadap para “pejuang jalanan” dalam apel Ojol dan Buruh Kamtibmas bertajuk Nyago Bumi Sriwijaya Aman Bae di Palembang. 

Menjawab kekhawatiran tersebut, Kapolri Listyo Sigit Prabowo menginstruksikan seluruh Kapolda di Indonesia untuk segera menyiapkan fitur aplikasi Panic Button yang terintegrasi langsung dengan kepolisian.

Instruksi tersebut disampaikan Kapolri saat memimpin Apel Ojek Online dan Buruh Kamtibmas bertajuk “Nyago Bumi Sriwijaya Aman Bae” di Stadion Bumi Sriwijaya, Palembang, Sumatera Selatan, Minggu (8/3/2026).

Kapolri menegaskan bahwa keselamatan para pengemudi ojek online merupakan prioritas utama Polri. Menurutnya, kehadiran fitur darurat tersebut diharapkan dapat mempercepat respons kepolisian ketika terjadi ancaman kejahatan di jalan.

“Selanjutnya, dalam rangka melindungi ojek online yang potensial menjadi korban curas atau begal, saya meminta Kapolda segera mempersiapkan aplikasi panic button. Untuk melindungi dan menjaga rekan - rekan ojek online agar tidak menjadi korban kejahatan di jalanan,” tegas Kapolri.

Ia menjelaskan, melalui aplikasi tersebut pengemudi ojol dapat langsung mengirimkan sinyal darurat ke pihak kepolisian ketika menghadapi situasi berbahaya. Dengan demikian, aparat di lapangan dapat segera merespons dan memberikan perlindungan cepat.

Langkah ini sekaligus menjadi bentuk perhatian Polri terhadap para pekerja sektor transportasi online yang memiliki peran penting dalam mendukung mobilitas masyarakat dan perekonomian.

Kapolri juga berharap sinergi antara kepolisian, pengemudi ojol, serta masyarakat dapat terus diperkuat demi menciptakan keamanan dan ketertiban di ruang publik, khususnya di jalan raya.

(Plb/red)

×
Berita Terbaru Update