-->

Notification

×

Iklan

Iklan Display

Merawat Ikatan Badunsanak : Limbago Suku Malayu Minangkabau Perkuat Silaturahmi dan Identitas Budaya

Senin, 27 April 2026 | April 27, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-04-27T07:52:33Z
Peserta musyawarah berfoto bersama usai pembentukan panitia pengukuhan pengurus.

Bukittinggi, MP----- Suasana hangat dan penuh kekeluargaan menyelimuti pertemuan silaturahmi sekaligus musyawarah pembentukan panitia Limbago Suku Malayu Minangkabau Sumatera Barat yang digelar di Sekretariat Jalan Cempaka Raya, Campago Ipuah, Kecamatan Mandiangin Koto Selayan, Kota Bukittinggi, Minggu 26 April 2026. Pertemuan ini bukan sekadar agenda organisasi, tetapi juga ruang merajut kembali nilai-nilai kebersamaan dalam ikatan badunsanak yang menjadi ruh masyarakat Minangkabau.

Momen kebersamaan dalam jamuan makan bersama, mempererat silaturahmi dan rasa kekeluargaan.

Dalam sambutannya, Bundo Kanduang yang juga Bendahara Umum, Bundo Rumaza, S.Ag, menekankan pentingnya keseragaman sebagai simbol identitas budaya. Disepakati bahwa busana khas Bundo Kanduang rang Malayu akan menjadi ciri bersama, yakni baju basiba berwarna kuning marawa, jilbab hitam, serta kain samping songket yang dimiliki masing-masing anggota.

Tak hanya itu, musyawarah juga menghasilkan kesepakatan untuk memulai iuran sosial yang akan dikelola secara kolektif mulai April ini, sebagai bentuk solidaritas dan kepedulian antaranggota.

Sementara itu, Ketua Umum Mamak, Ir. H. Magel, MM, Datuak Sati, menegaskan bahwa silaturahmi rutin menjadi fondasi utama dalam menjaga hubungan kekeluargaan. Menurutnya, keberadaan Limbago Suku Malayu Minangkabau memiliki peran strategis dalam melestarikan adat istiadat, tidak hanya di ranah Minang, tetapi juga dalam lingkup nasional hingga mancanegara.

“Silaturahmi ini bukan hanya menjaga hubungan, tetapi juga membuka ruang manfaat bagi generasi kini dan mendatang, terutama dalam memperkuat nilai adat dan budaya kita,” ujarnya.

Dalam forum tersebut, panitia pelaksana pengukuhan pengurus Limbago Suku Malayu Minangkabau Sumatera Barat juga resmi terbentuk. Harapan besar disematkan agar proses pengukuhan berjalan lancar dan menjadi awal penguatan organisasi yang solid, berdaya, serta berakar kuat pada nilai-nilai kearifan lokal.

Momentum ini menjadi penegas bahwa di tengah arus modernisasi, semangat menjaga adat dan mempererat silaturahmi tetap hidup, menjadi jembatan yang menghubungkan masa lalu, masa kini, dan masa depan masyarakat Minangkabau.

(Rajo.A/red)

×
Berita Terbaru Update