![]() |
| Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menyampaikan keterangan pers terkait kajian efisiensi anggaran pemerintah. |
Jakarta, MP----- Pemerintah tengah mengkaji wacana pemangkasan gaji aparatur sipil negara (ASN) sebagai salah satu opsi efisiensi anggaran di tengah tekanan ekonomi global. Kebijakan ini dipertimbangkan guna menjaga kesehatan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) tanpa mengganggu pelaksanaan program prioritas nasional.
Presiden Prabowo Subianto telah meminta jajaran terkait untuk melakukan kajian komprehensif terhadap rencana tersebut. Pemerintah menegaskan bahwa setiap langkah yang diambil harus melalui pertimbangan matang, termasuk dampaknya terhadap kinerja aparatur dan pelayanan publik.
Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menyampaikan bahwa pembahasan mengenai pemangkasan gaji, khususnya bagi pejabat, masih dalam tahap pendalaman. Kajian tersebut mencakup berbagai aspek, mulai dari efektivitas kebijakan hingga implikasi fiskalnya terhadap keuangan negara.
Selain opsi pemangkasan gaji, pemerintah juga menyiapkan langkah efisiensi lain yang dinilai lebih terukur. Di antaranya adalah pengurangan konsumsi bahan bakar minyak (BBM) melalui optimalisasi penggunaan transportasi publik serta pembatasan penggunaan kendaraan dinas di lingkungan instansi pemerintah.
Menurut Prasetyo, upaya efisiensi anggaran seharusnya menjadi kebiasaan, bukan hanya dilakukan saat kondisi krisis. Ia menegaskan pentingnya disiplin dalam pengelolaan keuangan negara, baik dalam situasi normal maupun saat menghadapi tekanan ekonomi.
Pemerintah memastikan bahwa setiap kebijakan efisiensi akan dirancang secara proporsional dengan tetap menjaga kualitas pelayanan publik serta kesejahteraan ASN sebagai bagian dari roda pemerintahan.
(Red/jkt)
